Kepri Dan MK Kerjasama Pengembangan Budaya Pancasila

Penandatangan  Kerja  Sama  Antara  Pemprov  Kepri  dan  Mahkamah  Konstitusi
Penandatangan Kerja Sama Antara Pemprov Kepri dan Mahkamah Konstitusi

TANJUNGPINANG (BT ) -Gubernur Kepri Drs. H. Muhammad Sani dan Ketua MK Akil Mochtar bersama menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo menyaksikan penandatangan kerjasama antara Pemprov Kepri dan Mahkamah Konstitusi

Pemprov Kepri terus memberi benteng kepada generasi muda agar siap menghadapi berbagai pengaruh yang tidak bisa dibendung. Keterbukaan Kepri, dan era globalisasi, akan membuat pengaruh negatifdan positif bisa masuk.

“Ini tidak bisa ditangisi. Hal terbaik adalah dengan memberi benteng kepada generasi muda di Kepri,” kata Gubernur Sani saat penandatangan kesepahaman dengan Mahkamah Konstitusi di Gedung MK, Jakarta, Rabu (19/6/2013) sore.

Nota kesepahaman yang ditandatangani adalah pengembangan budaya Pancasila dan Konstitusi dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Provinsi Kepulauan Riau. Selain dengan Pemprov Kepri, Mahkamah Konstitusi juga melakukan penandatangan dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Lembaga Ketahanan Nasional.

Menurut Sani, penandatangan nota kesepahaman ini sangat berarti dalam pembinaan generasi muda di Kepri. “Nilai-nilai Pancasila harus diimplementasikan di tengah-tengah masyarakat, terutama generasi muda,” kata Muhammad Sani.

Selain itu, kata Gubernur, Kepri juga memberi benteng kepada generasi muda dengan pelajaran budi pekerti yang sudah dimulai sejak dua tahun lalu. Silabusnya diambil dari Gurindam XII dan Dasa Dharma Pramuka. Penandatangan ini semakin menambah kekuatan benteng bagi generasi muda Kepri. “Itu nasihat yang paling ampuh, yang memberi benteng kepada generasi muda,” kata nya.

Nota kesepahaman antara MK dan Kepri ditandatangani Sekjen MK Janedjri M Gaffar dan Plh Sekretaris Daerah Robert Iwan Loriaux serta diketahui Ketua MK Akil Mukhtar dan Gubernur H Muhammad Sani.

Ketua MK HM Akil Mukhtar mengatakan penandatangan ini dilandasi dasar untuk selalu bekerja sama dengan banyak pihak. “Tanpa berinteraksi dan bekerja sama dengan banyak pihak, mustahil cita-cita itu tercapai,” kata Akil.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo menyebutkan degradasi moral sangat terasa di negeri ini. Karena itu perlu dibangun pemuda yang sadar Pancasila dan sadar Konstitusi. “Generasi muda perlu hal hal yang praktis seperti kesepahaman yang ditandatangani ini,” kata Menteri.

Gubernur Lemhanas Budi Setyaso Supandji mengatakan penandatangan ini harus dilanjutkan dengan tindakan nyata untuk pemantapan nilai-nilai kebangsaan.

Kesepahaman ini berlaku lima tahun sejak ditandatangani dan dievaluasi setiap tahunnya.

Dari Kepri, selain Gubernur dan Robert Iwan Loriaux hadir juga Kepala Dinas Pendidikan Yatim Mustafa dan Plt Kadispora Maifrizon. (MAT, HMS )

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *