Daur Ulang Sampah Dalam Peringatan Hari Lingkungan

Bupati Bintan, Ansar Ahmad meninjau dan meresmikan pengolahan kompos di pasar Barek Motor dalam rangka Peringatan Hari Lingkungan Hidup
Bupati Bintan, Ansar Ahmad meninjau dan meresmikan pengolahan kompos di Pasar Barek Motor dalam rangka Peringatan Hari Lingkungan Hidup. (Foto: Jendaras)

BINTAN (BT) – Pemerintah kabupaten Bintan menggalakkan program daur ulang sampah dalam peringatan hari lingkungan hidup sedunia, Selasa (11/6)

Peringatan hari lingkungan sedunia yang jatuh setiap tanggal 5 Juni kali ini diselenggarakan di PKL Centre, Pasar Barek Motor, Kijang Kota, Bintan Timur.

Bupati Bintan yang membuka acara mengatakan bahwa hari lingkungan hidup harus dijadikan momen untuk lebih meningkatkan kesadaran lingkungan pada diri kita masing-masing, karena kebersihan adalah tanggung jawab bersama yang dimulai dari kehidupan diri pribadi manusia.

“Jumlah penduduk yang semakin banyak akan membuat jumlah sampah yang dihasilkan akan semakin banyak pula, hal ini menjadi masalah tersendiri, belum masalah polusi udara yang dihasilkan dari meningkatkan jumlah kendaraan,” urai Ansar.

Salah satu cara terbaik dalam mengelola sampah adalah dengan membuat sampah tersebut lebih berharga dan dapat didayagunakan ulang atau didaur ulang untuk digunakan kembali.

“Kali ini kita membangun pengolahan sampah atau daur ulang dan kita juga bangun bank sampah, tujuannya agar sampah-sampah yang ada dikumpulkan dan diolah kembali menjadi bahan yang berguna atau pupuk,” terang Ansar.

Dalam tempat pengolahan sampah yang ada di pasar Barek Motor Kijang akan mengolah sampah menjadi pupuk kompos untuk sampah organik dan untuk sampah plastik akan dikumpulkan dan didaur ulang oleh pengumpul barang bekas.

Sementara ketua pengolahan kompos dan bank sampah pasar Barek Motor Kijang Rasid Labaga mengatakan bahwa pihaknya menggalakkan masyarakat sekitar untuk sadar lingkungan, dengan mengumpulkan sampah lalu menjualnya ke bank sampah, maka masyarakat akan membersihkan lingkungan dan memperoleh penghasilan tambahan. “Sampah organik kita hargai Rp 300,- perkilonya, kalau untuk sampah plastik kita sesuaikan harga pasar sekitar Rp 1500,- per kilo. Kita harapkan masyarakat akan menjaga lingkungan dan dapat menabung melalui bank sampah,” jelas Rasid.

Ditambahkan juga oleh Rasid bahwa untuk pengolahan sampah organik yang akan dijadikan kompos, pihaknya mampu mengolah 1 hingga 2 ton ampah perbulan, nantinya kompos ini juga dapat dimanfaatkan atau dijual kepada petani dengan harga yang murah. (Jendaras)

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *