Pemeriksaan Dini Cegah Kanker Serviks

Ketua PKK Bintan Dewi Kumalasari Ansar sedang berbincang tentang pemeriksaan penyakit kanker serviks kepada ibu-ibu di Puskesmas Bintan
Ketua PKK Bintan Dewi Kumalasari Ansar sedang berbincang tentang pemeriksaan penyakit kanker serviks kepada ibu-ibu di Puskesmas Bintan. (Foto: Jendaras)

BINTAN (BT) – Pemeriksaan Pap Smear adalah langkah dini untuk mendeteksi penyakit kanker serviks (kanker leher rahim), untuk itu Pemerintah Kabupaten Bintan mengajak  ibu-ibu rumah tangga untuk melakukan pemeriksaan tersebut.

Kegiatan mengajak memeriksakan diri untuk mendeteksi kanker serviks dilakukan oleh tim penggerak PKK Bintan dan Provinsi Kepri di kecamatan Gunung Kijang, Senin (10/6).

Dalam pemeriksaan tersebut dilakukan pemeriksaan Pap smear atau tes Pap, Pemeriksaan tersebut dengan mengambil contoh sel-sel leher rahim, kemudian dianalisa untuk mendeteksi dini kanker leher rahim.  Selain itu, dengan tes ini  bisa menemukan adanya infeksi atau sel-sel yang abnormal yang dapat berubah menjadi sel kanker sehingga bisa segera melakukan tindakan pencegahan.

Pap smear sangat disarankan dilakukan oleh setiap wanita, diutamakan bagi yang sudah berkeluarga dan sudah pernah melahirkan. Pemeriksaan ini harus dilakukan secara rutin untuk mencegahan kanker leher rahim.

Kepala Dinas Kesehatan Bintan, Muhammad Roem mengatakan, penyakit kanker serviks merupakan pembunuh terbesar di dunia saat ini. “Setiap 2 detik ada yang meninggal akibat penyakit kanker serviks. Penyakit ini tidak menular, tetapi angka kematian yang diakibatkan penyakit tersebut sangat tinggi, Namun sampai saat ini di Bintan belum ditemukan penyakit ini,” urai Roem.

Sementara itu kepala Puskesmas Gunung Kijang, dr Bambang Utoyo  menambahkan penderita kanker serviks ini tidak akan terlihat gejala yang dialami, untuk mengetahuinya harus dilakukan pemeriksaan rutin. Sebab penyakit ini tidak terlihat gejalanya. Penyakit kanker rahim ini sudah akan  terlihat gejalanya apabila penderita sudah stadium tiga dan stadium empat.

“Kebanyakan yang terlihat itu stadium tiga dan empat, untuk saat ini di sini belum ada penderitanya, namun kita tetap mencegah agar penyakit ini tidak dialami masyarakat,” terang Bambang (Jendaras)

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *