Pijat Plus – Plus Menjamur Di Tanjungpinang

Pekerja  Pijat
Pekerja Pijat
TANJUNGPINANG – Panti pijat plus-plus atau memberikan layanan lebih dari sekedar pijat, menjamur di Tanjungpinang. Panti pijat tersebut kebanyakan beroperasi di ruko berukuran sedang maupun besar yang letaknya berdekatan dengan permukiman penduduk.

“Bahkan ada yang beroperasi di dekat sekolah,” kata Reno, warga Tanjungpinang , baru-baru ini.

Reno, menyebutkan selama panti pijat tersebut beroperasi dengan benar, maka warga takkan mempermasalahkannya. Namun yang menjadi persoalan, panti pijat tersebut diduga kuat juga memberikan ‘layanan lebih’ kepada konsumennya.

“Mereka beroperasi sampai malam dan terkadang sering terdengar suara tawa perempuan pemijat di tengah dentuman musik,” ujarnya.

Beberapa waktu lalu, keberadaan panti pijat memang sempat tiarap lantaran didemo warga. Namun seiring tak adanya tekanan warga, panti pijat di Tanjungpinang kini menjamur bagai jamur di musim hujan.

Dalam menggaet pelanggan, kata Reno, panti pijat tersebut tidak hanya menawarkan teknis memijat tapi mereka juga menyajikan wanita pemijat yang seksi dan cantik-cantik. Pemijat dengan penampilan yang seksi dan seronok menjadi daya tarik tersendiri bagi pria hidung belang.

Panti pijat tersebut tahu betul bagaimana memanjakan pelanggannya. Misalnya, sebelum memijat, pelanggan ditawari minum dulu, kemudian diajak ngobrol oleh cewek pemijat berpakaian seksi. Setelah sang tamu merasa sudah nyaman, pijat pun mulai dilakukan.

”Silakan minum dulu bang, nggak usah ragu-ragu. Santai saja, tidak usah lihat kiri kanan, aman kok di sini,” ujar Reno menirukan gaya pemijat.

Ms, pekerja swasta di Tanjungpinang, mengaku senang dengan pijatan di panti pijat plus-plus. Karena itu, kalau dia pulang kerja sering menikmati jasa panti pijat itu.

“Saya awalnya malu dilihatin teman-teman, tapi karena sudah capek terpaksa saya masuk ke panti pijat itu. Bahkan pernah diajak teman satu kerja juga,” ujarnya.

Ia mengatakan, tertarik memijat di panti pijat plus-plus langganannya karena dilayani cewek seksi. Awalnya dia hanya pijat biasa. Karena sudah lama langganan tiba-tiba cewek yang memijatnya pun menawarkan pijat plus.

“Awalnya saya takut untuk melakukan itu. Tapi karena cewek yang menawarkan itu berada dalam kamar pijat yang tertutup, akhirnya saya mau membayar Rp 200 ribu per jam ditambah uang pijatnya,” ujar pria yang mengaku masih bujang ini malu-malu.( MAT )

.

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *