Aparatur Desa Harus Mampu Memberdayakan Masyarakat

Wakil Bupati Bintan menyalami dan memberi semangat peserta Workshop aparatur desa se Bintan, Senin 3 Juni 2013. Foto: Jendaras Karloan
Wakil Bupati Bintan menyalami dan memberi semangat peserta Workshop Aparatur Desa se-Bintan, Senin 3 Juni 2013. Foto: Jendaras Karloan

BINTAN (BT) – Sebagai ujung tombak hirarki pemerintah, desa harus mampu memberdayakan masyarakat menjadi mandiri dan berdaya saing kuat.

Demikian diungkapkan oleh wakil bupati Bintan Khazalik dalam memberikan materi kepada peserta workshop perencanaan pembangunan  untuk perangkat desa se kabupaten Bintan di hotel Cabana Resort km 46, Malang Rapat, Gunung Kijang, Senin (3/6).

Khazalik mengutarakan materinya sesuai dengan pengalaman dan kenyataan yang ada bahwa pemerintah desa harus mampu dan handal dalam bekerja dan melayani masyarakat, karena desa atau kelurahan adalah ujung tombak pelayanan masyarakat.

“Aparatur desa harus bisa mengelola segala sumber daya yang ada, mulai dari pengelolaan keuangan, manajemen  pegawai, sampai dengan pemberdayaan masyarakat. Saya banyak melihat lemahnya kemampuan para aparatur dalam tertib administrasi, terutama untuk surat pertanggungjawaban pengelolaan keuangan, sehingga banyak pegawai desa yang berkantor di Bappeda untuk meminta arahan dan bantuan dalam menyelesaikan tugasnya,” urai Khazalik.

Dijelaskan juga bahwa selain kemampuan pegawainya, desa juga harus mampu memberdayakan masyarakatnya, jangan hanya mengharapkan bantuan saja dari pemerintah setiap tahun, namun tidak dikelola secara berkelanjutan, sehingga masyarakat tidak ada daya saing dan daya juang yang tinggi

“Seharusnya bantuan dari pemerintah di kelola, dilanjutkan, diusahakan dengan baik, sehingga bantuan selanjutnya dapat diberikan kepada masyarakat lain. Desa juga sebaiknya mengarahkan kemampuan daerah dan masyarakat, sehingga terjadi pembangunan yang baik dalam suatu desa, karena saat ini banyak saya lihat ketimpangan pembangunan dan sosial yang sangat mencolok antar desa di Bintan,” terang Khazalik.

Sementara Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda Bintan) Yudha Inangsa mengatakan bahwa workshop ini dilakukan agar aparatur desa mampu  membuat perencanaan Rencana pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMD) dan Rencana Kerja Perangkat Desa (RKPD)

“Nantinya mereka akan membuat dokumen RPJMD untuk jangka panjang dan RKPD untuk setiap tahunnya, kalau ada masalah tentang lambatnya laporan keuangan adalah hal yang biasa, karena memang ada keterlambatan dari pemerintah kabupaten. Namun dengan ini diharapkan kepala desa dan kepala urusan (Kaur) keuangan desa mampu bekerja secara maksimal dan terprogram dengan baik,” ucap Yudha

Dalam Workshop ini turut pula dihadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri RI melalui Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) yaitu Kasibdit Fasilitasi keuangan dan aset desa direktorat pemerintahan desa dan kelurahan Firman Gana Senapi. (Jendaras)

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *