Mental Generasi muda Anjok , Peredaraan VCD Porno Makin Marak DiTanjungpinang

berita4. VCD Porno yang marak diperdagangkan di kota batam

 Mental dan moral generasi muda di kota Tanjungpinang banyak yang anjlok menyusul semangkin maraknya predaran VCD Porno dan bajakan di kota Tanjungpinang. Selain begitu gampangnya mendapatkan VCD perusak moral itu dan hargnyapun terbilang cukup murah sehingga keping VCD tersebut laris manis dipasaran.

Dari pantauan  media ini ,   hargaVCD porno itu berfariasi, dimulai dari harga Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu, jika isi ceritanya boming ditengah masyarakat harganya dapat mencapai Rp 50 ribu perkeping VCD nya. Jika VCD bajakan berisi film biasa harga pasaran hanya Rp 10 ribu saja dan dalam satu keeping itu berisi lapan judul film dan non stop. Harga tersebut merupakan harga ditingkat pengecer, dan lain pula harga di agen distributor yang dijual seharga Rp 3300 sampai Rp 3400 perkepingnya, artinya, di ketiga agen distributor itu harganya tidak sama dan selalu berselisih yang bertujuan menarik pelanggan para agen pengecer.
keping keping VCD itu telah sangat meresahkan para orang tua dan seharusnya pihak aparat penegak hukum memberantas predaran keeping keeping VCD laknat itu, bukan malah sebaliknya. Bukan rahasia umum lagi jika para agen ditingkat pengecer juga memiliki beking dari oknum oknum aparat untuk memuluskan penjualan barang yang melanggar UU Hak Cipta.
Perdangangan  VCD tersebut sangat terang terangan dan bukan saja gampang ditemui dipusat pasar atau keramaian lainya, tetapi dapat dijumpai di hampir semua pusat pusat perbelanjaan seperti Plaza, Mall, maupun swalayan di kota Tanjungpinang. Untuk membeli VCD porno tidaklah begitu sulit, namun para pedagang tetap waspada juga berhati hati siapa calon pembelinya. Biasanya pedagang sangat pintar memilah milah calon pembelinya apakah aparat penegak hukum atau warga sipil. Pedagang juga sangat pintar untuk mengelabui aparat penegak hukum dalam perdagangan VCD berisi film porno yaitu dengan modus membaurkan film porno dengan film biasa dan CVD seperti ini kerap dipajang toko para agen pengecer.
Dengan adanya predaran VCD Porno dan Bajakan tersebut maka masyarakat berasumsi jika permasalahan ini merupakan Proyek merusak Moral dan Mental generasi muda di Provinsi Kepri yang berpusat di kota Tanjungpinang. Tidak heran jika saat ini banyak pelajar yang suka bermalas malasan dan kerap melakukan perbuatan negative seperti seperti seks bebas, pemerkosaan dan kegiatan seksual lainya yang menyimpang, dan hal itu dimungkinkan adanya pengaruh pikiran negative setelah menonton VCD yang berisi film porno. Jika sudah begini siapa yang bertanggung jawab ?(adre )
Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *