Wawako Buka Forum Sosialisasi P4G

 

P4GN Batam Foto: FaturBATAM – Pemerintah Kota Batam melalui Badan Komunikasi dan Informatika Kota Batam bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Ditjen IKP), Kementerian Komunikasi dan Informatika menyelenggarakan sosialisasikan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) bagi pelajar SMP dan SMA se Kota Batam di Hotel PIH, Batam Centre , Kamis (2/5).

Ketua panitia Forum Sosialisasi P4GN, Salim dalam laporannya mengatakan tujuan kegiatan ini adalah terwujudnya  komitmen bersama pelajar yang memiliki pengetahuan dan kesadaran tinggi untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan penyalahan narkoba. Adapun acara yang dikemas dalam bentuk ceramah dan diskusi ini menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan diikuti oleh 200 pelajar yang terdiri dari OSIS SMP dan SMA di Kota Batam. “acara sosialisasi sebagai wujud nyata sikap anti narkoba ini diikuti 200 pelajar dari OSIS SMP dan SMA di batam dan mendatangkan narasumber dari BNN”, ujar Kepala Badan Kominfo Kota Batam ini.

Direktur Kemitraan Komunikasi Ditjen IKP, Hendra Purnama dalam sambutannya menyatakan, sosialisasi P4GN di kalangan pelajar di Kepulauan Riau (Kepri) mendesak untuk dilakukan, karena angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di wilayah Kepri sudah mencapai 4,3 persen. “Angka tersebut terbilang tinggi, bahkan lebih tinggi dari prevalensi nasional. Lebih memprihatinkan lagi, sebagian besar dari penyalahgunaan adalah pera remaja dan pelajar”, papar Hendra.

Hendra menambahkan, menurut hasil penelitian BNN bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia, pada tahun 2011 menunjukkan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah mencapai 2,2 persen dari jumlah penduduk. Jika dibuat dalam angka, jumlahnya mencapai 3,8 sampai 4,2 juta orang. Pada tahun 2015 nanti, angka prevalensi penyalahgunaan narkoba diproyeksikan akan naik menjadi 5,1 hingga 5,6 juta jiwa atau sebesar 2,8 persen dari penduduk Indonesia. Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan, mengingat sebagian besar penyalahguna narkoba adalah mereka yang termasuk  dalam usia produktif, yaitu berkisar pada usia 15 hingga 49 tahun.

Wakil Walikota (Wawako) Batam, Rudi sebelum membuka acara ini menyampaikan sosialisasi ini bertujuan memberikan kesadaran bagi kita semua terutama bagi generasi muda agar memahami bahaya narkoba sejak dini. Kegiatan penyebarluasan informasi ini diharapkan mampu membentengi diri untuk tidak menjadi korban ataupun pelaku penyalahgunaan narkoba dengan tidak mengkonsumsi atau terlibat peredaran gelap narkoba. Kota Batam yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga Malaysia dan Singapura merupakan pintu masuk yang sangat strategis bagi masuknya peredaran narkoba ke Indonesia pada umumnya dan kota batam sendiri pada khususnya.

Terakhir Wawako berpesan kepada para pelajar yang hadir, bahwa sebagai generasi penerus, pelajar juga memiliki tanggungjawab untuk menjaga lingkungan dari bahaya narkoba. “Janganlah terlena dengan kenikmatan sesaat karena sekali mencoba, pengaruhnya langsung bekerja ke otak dan syaraf sehingga prilaku kita juga akan berubah. Jangan sampai menyesal dikemudian hari. Mari kita bertekad dan bersepakat untuk menjauhi narkoba dan menjadi informan bagi orang-orang disekitar kita bahwa narkoba sangat berbahaya” pesan Rudi.

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *