Listrik PLN Tanjungpinang Byar Pet

image

Tindak lanjut terkait solusi pemadaman listrik bergilir merupakan salah satu tanggung jawab Pemerintah Kota Tanjungpinang, Senin (8/4) Kepala Cabang Perusahaan Listrik Negara (PLN) Tanjungpinang mengadakan Rapat di Kantor Walikota Tanjungpinang Bersama Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah, SH, yang juga dihadiri Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Tanjungpinang.

Agustian selaku Kepala Cabang Area PLN Tanjungpinang, dalam paparannya menjelaskan Kemampuan Total daya listrik untuk Kota Tanjungpinang sampai akhir Maret 2013 46.900 MW, Puncak siang  44.8 MW, Defisit 2,100, Puncak Malam 48.900 maka Surflus/Defisit 2.100 MW. Hal inilah yang menyebabkan pemadaman bergilir yang dilakukan di Kota Tanjungpinang. Beban puncak pemadaman bergilir yang dimulai dari bulan februari ini juga dipengaruhi faktor cuaca, karena cuaca panas membuat beban listrik bertambah karena penggunaan pendingin oleh masyarakat. selain itu daya listrik yang masih pas-pasan juga dikarenakan mesin yang disambar petir, dan titik yang meledak serta kondisi mesin yang sudah tua.

Dalam pertemuan tersebut Agus menyampaikan permohonan maafnya Karena koordinasi dan komunikasi yang selama ini kurang intens baik kepada Pemko maupun masyarakat. Kedepan pihak PLN akan berupaya dan berusaha sambil perbaikan dan perawatan mesin yang ada supaya tidak ada lagi pemadaman bergilir. Sejauh ini upaya yang dilakukan pihak PLN untuk mengurangi beban daya dengan mengimbau pelanggan bisnis dan industry untuk mengurangi beban 50% dari total harian pada beban puncak. Juga kepada masyarakat untuk menghemat listrik sehingga nantinya bisa mengurangi pemadaman begilir

“Kami berharap kedepan dalam aspek apapun PLN tetap berkoordinasi dengan Pemko, Karena dengan begitu bisa cari solusi agar tidak membuka aspek-aspek yang berdampak lain di masyarakat“, kata Lis. Karena masyarakat tentunya ingin transparansi dan kejelasan mengapa mesin rusak dan pemdaman bergilir serta sampai kapan masyarakat merasakannya, hal-hal semacam ini perlu adanya kejelasan kepada masyarakat, Tutur Lis.

Bayarudin Idris dari Tokoh Pemuda juga turut hadir dalam rapat tersebut, ia mengatakan bahwa bila perlu masyarakat diberitahu lewat media baik cetak maupun elektronik tentang penyebab mengapa pemadaman bergilir dilakukan agar masyarakat tidak resah, “karena banyaknya masyarakat yang bergantung pada listrik untuk aktivitas sehari-hari oleh sebab itu Kami beri waktu 1 bulan untuk hal ini ” ujar Bayarudin dalam pertemuan tersebut.( hms /adre )

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *