Anatara Sexs Bebas dan Hukum yang Pasti”

Bagian ke I Oleh DPP LSM KAT dan HAM

BATAM,Mengapa sampai saat ini sexs bebas berjalan terus menerus tampa ada hambatan dan rintangan,di Sebabkan adannya wanita  yang mau menjual diri ,(penjual diri jalanan s/d penjual diri kelas tinggi (hotel berbintang 5), serta penjual diri yang di kelola oleh beberapa germo di Indonesia ,maka datanglah laki-laki untuk membeli atau menawarkan, sehingga terjadilah transaksi seks.

Bahkan bukan sedikit tante-tante girang mapan keuangan,serta anak-anak di bawah Umur  kurang imannya atau alasan karena kesepian, seperti Janda dll. Menjadikan laki-laki sebagai pemuas nafsu (Gigolo). Pertanyaaan : Mengapa Pemerintah dan UU sudah ada? tidak tegas untuk memberantas praktek-praktek transaksi seks (Pelacuran) ini ?.

Minimal dan mengurangi praktek Pelacuran di Indonesia yang penduduknya mengerti tentang Agama, yang dapat di katakan bahwa ajaran agama manapun melarang tentang hubungan sex bebas tampa ada ikatan yang sah di mata hukum, malah terkesan mengambil keuntunganuk tertentu, buktinya mengadakan serta memberi izin tempat khusus lokalisasi,serta berkedok tempat rehablitasi seolah-olah pemerintah telah menjalankan tugasnya dan menunjukan kepada rakyat bahwa mereka sudah melakukan yang terbaik terhadap pekerja sex.

Namun hotel-hotel yang di berikan izin oleh pemerintah serta dikhususkan hanya untuk transaksi seks bebas(Pelacuran/Perselingkuan). Kami sebagai Lembaga DPP LSM KAT dan HAM (Komite Anti Trafficking dan Hak Azasi Manusia)sangat meneyesalkan pengawasan yang di lakukan oleh pemerintah Pusat baik pemerintah provinsi dan kabupaten kota di Indonesia ini,papar Ilhamsah Purba Ketua Umum DPP LSM KAT dan HAM di kantornya minggu siang  31/013/2013 di Batam center.

Bila masalah ini di biarkan berlarut-larut oleh pemerintah! makakedepannya para generasi kita akan menjadi terkontaminasi.dan tindakan tegas oleh pemerintah terhadap pengusa tidak dapat di lakukan,”Mungkin sudah mendapatkan Upeti yang menggiurkan maka terjadilah pengawasan yang melempem” tutur ilahm.

Seperti yang dilakukan beberapa penginapan atau Hotel di batam di kawasan pelita ada,hotel yang membuat sepanduk menerima tempat Sortaem” inikan sudah kelewatan Batas.dimana pengawasan yang di lakukan oleh pemerintah Kota Batam?…Samapai hotel-hotel Kecil berani membuat sepanduk tersebut jelasnya.

Masih tambah ilham lagi,sebagai pemerintah yang bertanggung jawab dan memiliki anggaran yang pasti seharusnya melakukan pola pendekatan dan  membutuhkan persuasif (pola pendekatan) untuk mengingatkan dan menyadarkan manusia yang sudah terjerumus dalam perbuatan sex bebas…(red, Zonacybernews )

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *