Mafia Mikol,Bebas Merauk ke Untungan di Batam Tampa Hambatan

micolBATAM,Melihat perkembangan kota Batam yang semakin lama perkembangannya semakin pesat,maka Mafia Mikol Bebas Merauk ke Untungan di Batam Tampa Hambatan.

Pelabuhan resmi yang dijaga oleh berbagai aparat bukan berarti bebas dari aksi penyelundupan. Hal itu terlihat dari penelusuran wartawan beberapa hari belakangan ini di Pelabuhan Domestik Sekupang. Dalam sehari, ada ratusan karton minuman beralkohol bahkan hingga ribuan yang diangkut ke luar daerah tanpa diperiksa oleh petugas Bea dan Cukai.

Imformasi yang di himpun media ini ke, beberapa sumber di pelabuhan menyebutkan, aksi penyelundupan ini sudah berlangsung bertahun-tahun, namun tidak terditeksi oleh orang awam lantaran kemasan minuman beralkohol berbagai merek itu dikemas lagi ke dalam kardus tanpa merek yang masing-masing kardusnya bisa memuat 3 hingga 5 karton minuman beralkohol.

”Kalau petugas di pelabuhan umumnya sudah tahu itu. Karena sudah bertahun-tahun aktivitas ini,” ujar sumber yang enggan disebut namanya di pelabuhan kemarin.Minumen beralkohol ini diselundupkan dengan tujuan sejumlah daerah yang ada di wilayah Kepri dan Riau seperti Pulau Moro, Selatpanjang, Bengkalis dan beberapa daerah lain yang masuk di wilayah Kabupaten Meranti.

Sementara itu, pihak Kantor Bea dan Cukai yang berada di Pelabuhan Domestik Sekupang, mengaku tidak tahu kalau ada penyelundupan minuman keras tersebut red”.

”Kami hanya memantau barang yang akan dibawa keluar oleh penumpang lewat pintu keberangkatan. Setiap hari dari pagi sampai kapal terakhir kami jaga dan memeriksa dengan alat X-Ray disini. Mestinya aparat lain menutup pintu masuk itu. Yang jaga di sini bukan hanya petugas Bea dan Cukai saja,” kata Ariadi, kepala Anggar Bea dan Cukai Pelabuhan Domestik Sekupang.

Saat ditanya, gudang minuman beralkohol itu posisinya bersebelahan dengan kantor Anggar BeA Cukai, Ariadi mengaku ia sedang buru-buru dan hendak keluar.

”Maaf saya buru-buru ini, tanya ke petugas dari instansi lain saja karena bukan hanya dari Bea dan Cukai yang bertugas di sini,” elak Ariadi.

Sedangkan pemilik minuman beralkohol bernisial Ak yang juga pemilik salah satu toko di dalam pelabuhan, awalnya menapik kalau minumen beralkohol itu sengaja diselundupkan ke luar.

”Itu pesanan ABK kapal jumlahnya tidak banyak. Kita jual macam-macam kebutuhan. Kalau ada yang pesan apel, kita juga jual apel,” kilahnya.

Saat ditanya kalau ia membawa keluar mikol hingga ratusan karton per hari. Ak juga menapik hal itu. ”Sudah tidak seperti dulu lagi. Sekarang ketat,” elaknya.

Di tempat terpisah, Kapolsek Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KPPP) Polres Barelang AKP Hendrianto mengaku tidak tahu kalau ada penyelundupan di wilayah hukumnya. ”Kalau ada tolong informasikan ke kami,” kata Hendrianto….bersambung..(red , zonacybernews )

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *