Wawako Pimpin Rapat Expose Hasil Pantauan Pertama Adipura

viewwawako mengharapkan semua pihak bekerja secara provesional.JPG Wakil Walikota Tanjungpinang
Syahrul, S.Pd memimpin rapat expose hasil pantau pertama (P1) Adipura yang
dilaksanakan oleh tim pemantau Adipura pusat pada bulan November 2012 yang
lalu.

Rapat yang dilaksanakan di kantor walikota, Selasa (26/2), turut dihadiri
oleh Staf Ahli bidang pembangunan Drs. Ahadi yang juga Ketua Tim Penanggulangan
Banjir Kota Tanjungpinang, Kepala BLH Marzul Hendri, BLH Provinsi Kepri Junaedi
Putra, Kakan Kebersihan Maryati, Kadis Kesehatan Ahmad Yani, dan  sejumlah Kepala SKPD terkait serta Camat dan
Lurah se-Kota Tanjungpinang.
Dari hasil pemantauan, sebagian
besar titik yang menjadi fokus penilaian Adipura rata-rata memiliki nilai
diatas standar.

Fokus penilaian terpusat pada pemukiman penduduk, jalan utama,
pasar, pertokoan, perkantoran, sekolah, rumah sakit/puskesmas, hutan kota,
taman kota, terminal/pelabuhan, serta sungai/danau. Hanya saja, menurut
Syahrul, hal yang harus dimiliki setiap titik penilaian adalah fasilitas
pengelolaan sampah, khususnya pemilahan sampah dimana sampah organik dan non organik
seharusnya dibuang di tong sampah yang berbeda. Selain itu, lebih lanjut
disampaikan Syahrul, setelah adanya expose ini jangan sampai kita terlena akan
nilai yang telah dicapai.

Para koordinator lapangan harus segera melakukan aksi
maksimal yang melibatkan seluruh pihak terkait untuk meningkatkan nilai.
Sementara itu, Junaedi Putra dari
BLH Kepri menyarankan dengan semakin sengitnya persaingan Adipura, maka hal
yang wajib ada disetiap titik penilaian adalah tempat pengelolaan sampah.

Dikatakan
olehnya, rata-rata tempat pengelolaan sampah yang akan dijadikan kompos, belum
maksimal. Oleh karena itu, mulai saat ini harus diusahakan untuk ditingkatkan
lagi. Selain itu, Pemerintah Provinsi Kepri juga akan memberikan bantuan berupa
mobil penyapu jalan (swiper) kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang.
Syahrul sendiri berharap, dengan
telah dicapainya nilai pada hasil P1 ini, seluruh pihak-pihak terkait harus
bersinergi dalam mewujudkan kebersihan Kota Tanjungpinang demi diraihnya
Adipura.

Kinerja Kantor Kebersihan sendiri tidaklah mampu menangani seluruh
wilayah kota, namun harus ada kerjasama dengan seluruh elemen masyarakat dengan
penuh kesadaran.

Hal ini tentunya membutuhkan koordinasi yang baik dari Camat
dan Lurah. Terkait masalah banjir, Syahrul juga mengingatkan untuk segera
menormalisasikan setiap drainase yang ada, khususnya di daerah rawan banjir
seperti Jalan Pemuda dan Jalan Arif Rahman Hakim. Jangan ada lagi drainase yang ditutup, rajin-rajinlah membersihkan drainase yang ada.(Ad)

Redaksi

About the Author: Redaksi

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *