banner iklan Pemerintah Kabupaten Bintan

Demokrat Sumut Tolak KLB

Susilo Bambang Yudhoyono. ( Foto: Antara )

 

Medan, Beritasatu.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPP) Partai Demokrat (PD) Sumatera Utara (Sumut) menolak wacana Kongres Luar Biasa (KLB) oleh Gerakan Moral Penyelamat Partai Demokrat (GMPPD). Sebab wacana yang diinisiasi Max Sopacua dan kader senior itu tidak sesuai realitas yang ada.

“Ada kepentingan untuk memaksakan KLB. Oleh karena itu, kami pengurus DPD (dewan pimpinan daerah) dan DPC (dewan pimpinan cabang) di Sumut, menolak keras wacana KLB. Ini tidak seauai dengan AD/ART Partai Demokrat,” tegas Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Partai Demokrat Sumatera Utara, Herri Zulkarnain, Minggu (16/6).

Herri Zulkarnain mengatakan, Demokrat di bawah kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih berada di jalur tepat. Oleh karena itu, Demokrat Sumut menjunjung tinggi hasil keputusan Kongres Partai Demokrat di Surabaya dan mendukung penuh kepengurusan DPP Partai Demokrat masa bhakti 2015 -2020.

“Tindakan mereka yang mewacanakan KLB itu bisa menimbulkan perpecahan dan merusak partai. Sehingga, perlu diberikan sanksi tegas secara organisasi terhadap individu yang mengambil langkah tidak sesuai dengan AD/ART Partai Demokrat. Ini perlu diambil untuk menyelesaikan masalah,” kata Herri Zulkarnain.

Menurutnya, syarat KLB itu tidak terpenuhi di antaranya, saat ini Ketua Umum PD SBY tidak dalam kondisi berhalangan tetap. Kemudian, ketua umum tidak melakukan pelanggaran baik konstitusi atau perundang-undangan, atau aturan internal Demokrat.

“Kami mendukung penuh masa kepemimpinan Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, sampai berakhir masa jabatan. Semua itu ada mekanisme dan aturan, dan wajib menghormati hasil kongres. Oleh karena itu, semua pihak harus bisa menahan diri, dan bukan mewacanakan KLB,” ujar Herri Zulkarnain.

Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumut, Meilizar Latif mengungkapkan, seluruh jajaran DPC PD di Sumut tetap berpegang teguh dengan hasil kongres Surabaya. Mereka mengutarakan itu karena tidak ada alasan Demokrat untuk menggelar KLB.

“Kita ini partai yang paling demokratis maka bertindaklah dengan cara-cara demokratis pula. Tidak ada kejadian yang luar biasa semua berjalan dengan baik, begitulah dinamika politik naik turun itu keniscayaan,” sebut Herri Zulkarnain.

Arnold H Sianturi / WBP

Sumber: Suara Pembaruan

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment

*

code