banner iklan Pemerintah Kabupaten Bintan

Mantan Menkumham Sebut Kasus Novel Gerus Elektabilitas Jokowi

Amir Syamsuddin. ( Foto: Antara )

Jakarta, Pelaku penyiraman air keras terhadap salah satu penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan masih belum ditemukan. Menurut mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Amir Syamsuddin, elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden (paslon) nomor urut 01, Joko Widodo-Maruf Amin (Jokowi-Maruf) bakal anjlok apabila kasus Novel tak dituntaskan.

“Kenapa kasus Novel Baswedan saja kok bisa mangkrak seperti itu? Novel ini adalah faktor yang akan menurunkan elektabilitas Jokowi serendah-rendahnya. Presiden mengatakan, ‘biar saja itu proses berjalan. Saya tidak akan mencampuri, tidak bisa mengintervensi’,” kata Amir Syamsuddin dalam diskusi publik Topic of the Week bertajuk “Hukum Era Jokowi, Mundur dan Zalim?” di Kantor Sekretariat Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Jakarta, Rabu (6/2).

Menurut politisi Demokrat itu, ada problematik besar di dalam diri Presiden Jokowi. “Ini bukan cara yang patut dilakukan seorang pemimpin tertinggi di negara kita,” ujar Amir.

Amir mengatakan, Presiden mengalami ketidaktahuan hukum. Selain itu, ada ketidakmampuan, dan ketidakmauan Jokowi menyelesaikan permasalahan hukum. Kombinasi ketiganya ini berujung pada kemunduran hukum.

“Kenapa harus tidak mau? Karena tidak berani. Tapi kemudian deklarasikan diri bahwa dia adalah orang yang paling berani. Rusia pun dilawan kalau perlu,” ucap Amir.

Amir sebenarnya tak ingin membandingkan secara langsung penegakan hukum era Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hanya saja Amir menjelaskan, SBY pernah menghadapi persoalan besar ketika Polri dan KPK berhadapan. SBY akhirnya membentuk tim pencari fakta atau tim 8. “Pak SBY segera membentuk tim dan meredakan situasi,” ungkap Amir.

Amir menambahkan, menegakkan hukum bukan berarti seorang presiden ikut mencampuri. “Presiden bisa melakukan langkah-langkah tanpa dinilai sebagai mencampuri. Contoh kasus Novel Baswedan sudah memasuki tahun kedua,” kata Amir yang juga ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat.

Beritasatu.comCarlos KY Paath / WBP

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment

*

code