banner iklan Pemerintah Kabupaten Bintan

Penutupan Rimba Jaya Bukan Inisiatif Pemko

 Tanjungpinang-Menyikapi adanya opini yang berkembang di masyarakat  terkait permasalahan Rimba Jaya, yang isinya mendiskreditkan Pemerintah Kota Tanjungpinang seolah- olah adanya penutupan lokasi kuliner Rmba Jaya adalah inisiatif Pemko Tanjungpinang, Wakil Walikota Tanjungpinang Hj.  Rahma,  S. Ip mengatakan, perlu kami tegaskan bahwa opini tersebut adalah tidak benar.
 Pemerintah Kota Tanjungpinang sangat menghargai investasi yang dilakukan pengelola Rimba Jaya dalam membangun bisnis kuliner di Kota Tanjungpinang yang dapat menyerap tenaga kerja.
Walaupun demikian, sesuai peraturan yang berlaku pengelola usaha Rimba Jaya juga memiliki kewajiban yang harus dipenuhi kepada pemerintah, baik berupa perizinan maupun kewajiban pajak yang harus disetor oleh pengusaha yang bersangkutan. Kewajiban ini berlaku kepada semua pengusaha lainnya, baik besar maupun kecil tanpa tebang pilih.
Lebih lanjut dipaparkan Rahma,  pemerintah kota melindungi dan mengayomi serta memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua pengusaha, baik besar maupun kecil untuk berusaha di kota Tanjungpinang sesuai hukum dan aturan yang ada. “Oleh karena itu, dalam kasus Rimba jaya yang menjadi perhatian luas masyarakat Tanjungpinang, pemerintah kota tegaskan tidak pernah memerintahkan penutupan atau melarang operasional pusat kuliner Rimba Jaya sama sekali, penutupan tersebut sepenuhnya adalah murni keinginan sepihak ibu Juliet selaku pengelola rimba jaya yang disampaikannya pada saat tim Pemko Tanjungpinang melakukan inspeksi terkait adanya laporan pembangunan tanpa izin (IMB) di kawasan Rimba Jaya, dan disampaikan serta dipertegas kembali oleh Ibu Juliet dihadapan Bapak Richard pada saat pertemuan dengan Walikota Tanjungpinang, Sabtu (8/12) pukul 11.00 wib.
Rahma menegaskan,  bukti tidak adanya larangan pemko terkait operasional kegiatan perdagangan dan usaha kuliner dikawasan Rimba Jaya dapat dilihat pula dari redaksional kalimat larangan yang tertulis pada plang pengumuman yang didirikan pemko di lokasi usaha yang menyebutkan :  DILARANG MELAKUKAN KEGIATAN PENIMBUNAN DAN PEMBANGUNAN DI LOKASI RIMBA JAYA SEBELUM MEMILIKI IZIN DARI PEMERINTAH KOTA TANJUNGPINANG
Kalimat tersebut kata Rahma,  jelas menunjukkan  larangan yang disampaikan pemko terkait pembangunan tanpa izin semata,  tidak ada perintah  penutupan operasional berjualan di kawasan Rimba Jaya.
untuk itu kata Rahma,  Pemko Tanjungpinang menyayangkan adanya opini yang dikembangkan oleh pihak- pihak tertentu yang tidak sesuai fakta dan kenyataan di lapangan, dan  menjadikan isu tersebut untuk kepentingan tertentu di berbagai media sosial dengan memberikan kesan  seakan- akan Pemko Tanjungpinang lah yang melarang operasional berusaha,  telah merugikan pengusaha dan meminta maaf. “Hal ini jelas merupakan upaya pemutarbalikan fakta karena sebagaimana disampaikan, penutupan tersebut murni merupakan sepenuhnya tindakan atau keinginan sepihak pemilik Rimba Jaya sebagai reaksi menghadapi tindakan tegas pemko  dalam masalah pajak dan izin pembangunan di kawasan Rimba Jaya”, jelas Rahma.
Ancaman penutupan tersebut yang kemudian dilakukan penutupan sementara selama beberapa hari menjadi perhatian serius pemko, karena di dalam Rmba Jaya terdapat ratusan masyarakat kecil, baik yang berusaha maupun bekerja. Oleh karena itu, kata Rahma,   pemko menyambut baik permintaan pemilik untuk melakukan pertemuan pada hari Sabtu dan tercapai kesepakatan untuk segera beroperasi kembali secepatnya dimana pemilik akan memenuhi kewajiban pajak dan perizinan yang ada.
Untuk itu, Pemko Tanjungpinang menghimbau agar pihak -pihak yang tidak berkepentingan untuk tidak memberikan informasi yg tidak benar dan memanfaatkan kejadian untuk kepentingan tertentu. “Mari bersama- sama menjaga suasana investasi yang kondusif di kota Tanjungpinang,” himbau Rahma.
Disamping itu , kata Rahma,  Pemko Tanjungpinang memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada berbagai pihak yang untuk kepentingan masyarakat telah membantu memberikan masukan dalam menyelesaikan masalah tersebut.
“Semoga peristiwa ini dapat menjadi hikmah bagi kita bersama dalam membangun kota Tanjungpinang yang kita cintai,” tutur Rahma.
Kabag Humas dan Protokol

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment

*

code