banner iklan Pemerintah Kabupaten Bintan

Jokowi persilakan santri beda pilihan politik, tapi jangan saling fitnah

Jokowi persilakan santri beda pilihan politik, tapi jangan saling fitnah

Merdeka.com – Presiden RI, Joko Widodo menghadiri peringatan Hari Santri Nasional di Bandung, Minggu (21/10). Dalam kesempatan itu, ia meminta semua pihak menjaga persatuan di tengah panasnya pesta demokrasi

Pria yang akrab disapa Jokowi itu membuka sambutan dengan pertanyaan kepada ribuan masyarakat yang memadati Lapangan Gasibu. “Siapa kita? Ayo mondok!” katanya disambut dengan pekikan ‘Santri’.

Ia menyebut, tiga tahun yang lalu saat menandatangani sebuah keputusan presiden tentang hari santri merupakan penghormatan dan rasa terima kasih negara kepada alim ulama serta semua unsur yang ada di pesantren.

“Sejarah telah mencatat peran besar peran ulama dan santri. Di masa perjuangan kemerdekaan, dalam menjaga pancasila, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, santri dan alim ulama selalu memandu ke jalan kebaikan,” ujar Jokowi.

Menurutnya, menjadi santri adalah menjadi pribadi yang religius dan nasionalis. Untuk itu, ia berharap semangat itu terus dijaga, terutama di masa pesta demokrasi.

“Pada kesempatan yang baik ini saya ingin mengingatkan kepada semua, menyadarkan, bahwa negara kita Indonesia adalah rumah kita sendiri yang perlu terus kita rawat, kita jaga. Siapa yang menjaga? Salah satunya para santri,” ucapnya.

Indonesia adalah negara yang besar. Yang di dalamnya banyak perbedaan, seperti suku, agama, adat,bahasa dan tradisi. Perbedaan ini merupakan anugerah Tuhan yang membuat Indonesia kaya dan saling melengkapi.

Untuk itu, jangan sampai ada hal kecil seperti momen pesta demokrasi membuat persatuan terpecah belah.

“Karena aset terbesar kita adalah persatuan dan kerukunan. Mari kita jaga ukhuwah islamiah, wathoniah jangan sampai antar umat saling mencela, sesama muslim saling menjelekan, antar daerah, antar suku saling memfitnah,” terangnya.

“Tidak pernah dalam ajaran Islam diperbolehkan melakukan fitnah, mencela, menjelekan. Fitnah saling mencela, menjelakan muncul menjelang pemilihan bupati, pemilihan walikota, pemilihan gubernur dan pemilihan presiden,” lanjutnya.

Ia mempersilakan kepada para santri untuk berbeda pilihan dalam pesta demokrasi sekaligus mengimbau untuk berhati-hati dengan berita bohong yang kerap berseliweran di media sosial.

“Ada pilihan a b, c, d silakan. Ini pilihan politik. Jangan sampai sesama muslim saling memfitnah, semana bangsa tanah air saling menjelekan.”

“Saya titip, jangan mudah percaya pada hoaks berita yang ada di media sosial. Kalau sudah menjelang tahun politik banyak sekali berita bohong, fitnah di medsos. Tolong disaring,” pungkasnya. [rnd]

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment

*

code