banner iklan Pemerintah Kabupaten Bintan

KPU Minta Parpol Ganti Bacaleg TMS

Ilustrasi Pemilu Legislatif 2019. ( Foto: BeritaSatu Photo )

 

Bengkulu – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu, minta parpol peserta pemilu di Bengkulu, untuk segera mengganti bakal calon anggota legislatif (bacaleg) untuk DPRD Provinsi Bengkulu yang tidak memenuhi syarat (TMS) karena terindikasi mantan napi tindak pidana kasus korupsi, bandar narkoba, dan kekerasan terhadap anak, sebelum daftar caleg tetap (DCT) Pemilu 2019 diumumkan ke publik.

“Kita minta pengurus parpol yang bacalegnya TMS karena terindikasi napi korupsi dan kasus narkoba untuk segera diganti dengan kader lain sebelum KPU Provinsi Bengkulu, menetapkan DCT anggota DPRD provinsi Pemilu 2019,” kata Ketua KPU Provinsi Bengkulu, Irwan Saputra, di Bengkulu, Jumat (7/9).

Ia mengatakan, jika sampai batas waktu yang diberikan KPU Bengkulu, berakhir parpol tidak juga mengganti baceleg yang TMS dengan kader lain, maka jumlah caleg dari parpol bersangkutan di dapil tersebut akan berkurang.

Sebab, bacaleg yang TMS di dapil bersangkutan akan dicoret dan tidak masuk  DCT  Pemilu 2019. Karena itu, KPU Provinsi Bengkulu meminta kepada parpol pengusul agar mengganti bacaleg TMS dengan kader lain sebelum penetapan DCT pada pertengahan September ini.

“Kita masih memberikan kesempatan kepada parpol untuk mengganti bacaleg yang TMS sebelum DCT Pemilu 2019 ditetapkan KPU Provinsi Bengkulu. Hal ini dilakukan agar jumlah caleg masing-masing parpol di dapil tertentu tidak berkurang,” ujarnya.

Irwan mengatakan, ada beberapa bacaleg anggota DPRD Provinsi Bengkulu yang TMS karena terindikasi mantan napi korupsi, salah satunya FJ dari Partai Demokrat. Namun, sampai sekarang parpol mengusul bacaleg TMS belum mengusulkan penggantinya ke KPU setempat.

Padahal, DCT untuk DPRD kabupaten, kota, provinsi, pusat dan anggota DPD-RI Pemilu 2019, segera ditetapkan oleh KPU Bengkulu. “Jadi, kita mengimbau parpol peserta pemilu di Bengkulu, agar segera mengusulkan pengganti bacaleg yang TMS dengan kader lain,” ujarnya.

Dengan demikian, jumlah bacaleg dari partai bersangkutan tidak berkurang, karena bacaleg yang TMS sudah diganti oleh kander lain. Namun, semuanya dikembalikan ke parpol bersangkutan mau mengganti apa tidak.

“Yang jelas, jika parpol mengusulkan pengganti bacaleg yang TMS ke KPU Provinsi Bengkulu, akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kita siap memproses bacaleg pengganti sebelum DCT pemilu 2019 diumumkan ke publik,” ujarnya.

Usmin / JEM Jumat,

Sumber: Suara Pembaruan

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment

*

code