banner iklan Pemerintah Kabupaten Bintan

Kumpulkan Penyidik, Bareskrim Latih Penanganan Pidana Pemilu

Kabareskrim Irjen Arief Sulistyanto (ketiga kiri) saat acara pelatihan khusus penyelidik dan penyidik tindak pidana pemilu bekerja sama dengan Bawaslu di Jakarta, Senin, 27 Agustus 2018. ( Foto: Beritasatu Photo / Farouk Arnaz )

Jakarta – Bareskrim Polri akan aktif mengawal pesta demokrasi di Indonesia. Salah satu caranya adalah mengadakan pelatihan khusus penyelidik dan penyidik tindak pidana pemilu bekerja sama dengan Bawaslu di Jakarta, Senin (27/8).

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penyelidik dan penyidik Polri untuk menangani tindak pidana Pemilu yang terjadi. Baik pidana yang telah diatur dalam UU Pemilu maupun perbuatan-perbuatan lain.

“Yakni perbuatan yang diinovasi pelaku untuk mengakali aturan undang-undang. Para penyelidik dan penyidik Polri dilatih untuk bisa memaksimalkan waktu 14 hari dalam proses penyidikan termasuk terhadap tersangka yang tidak hadir saat pemeriksaan atau in absentia,” kata Kabareskrim Irjen Arief Sulistyanto.

Menurut Arief, Pemilu 2019 berbeda daripada pemilu-pemilu sebelumnya. Ini seiring dengan dinamika perkembangan IT saat kampanye bukan hanya dengan cara konvensional tapi banyak kampanye dilakukan di media sosial.

“Sehingga penyelidik dan penyidik Polri harus membuka wawasan agar dapat mengetahui perbuatan mana yang pidana dan bukan pidana pemilu dan dapat menanganinya secara profesional, yang tentunya akan didukung penuh oleh dukungan teknis dari Direktorat Siber Bareskrim Polri” ujar Arief.

Kegiatan yang dihadiri oleh Ketua Bawaslu, Ketua DKPP, dan Jampidum Kejagung RI ini akan diteruskan ke polda-polda hingga ke polres-polres oleh penyelidik/penyidik yang sudah dilatih di Jakarta.

“Tujuannya Polri dapat lebih profesional dalam mengawal Pemilu yang akan diselenggarakan,” sambungnya.

Farouk Arnaz / JAS

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment

*

code