banner iklan Pemerintah Kabupaten Bintan

Turut Ditangkap KPK, Bos Apac Group Diduga Pemberi Suap

Ilustrasi OTT KPK ( Foto: Beritasatu.com )

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta, Jumat (13/7). Selain Eni, terdapat delapan orang lainnya yang turut dibekuk tim Satgas KPK dalam OTT kali ini. Salah seorang yang turut ditangkap adalah bos Apac Group, Johanes B Kotjo. Seorang sumber menyebut Johanes turut ditangkap lantaran diduga sebagai pihak yang memberi suap kepada Eni.

“Ya Johanes Kotjo sudah ada di KPK. Uang diberikan oleh Johanes B Kotjo,” kata sumber tersebut saat dikonfirmasi, Jumat (13/7) malam.

Selain menangkap sembilan orang, termasuk Eni dan Johanes, dalam OTT ini tim Satgas KPK juga menyita uang tunai. Berdasarkan perhitungan sementara, uang yang diduga barang bukti suap itu berjumlah Rp 500 juta.

Sumber yang sama mengatakan, pemberian suap ini diberikan Johanes kepada Eni terkait dengan proyek PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Riau. Proyek pembangkit listrik tersebut masuk dalam proyek 35.000 megawat (MW).

“Terkait proyek listrik 35.000 megawatt,” ujarnya.

Proyek yang dimaksud merupakan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Proyek ini digarap oleh konsorsium yang terdiri dari BlackGold, PT Pembangkitan Jawa-Bali, PT PLN Batu Bara (PLN BB), dan China Huadian Engineering Co Ltd (CHEC). Nama Johanes Kotjo sendiri tercatat sebagai salah satu pemegang saham di perusahaan multinasional di bidang energi tersebut. Nama Johanes Kotjo disebut sebagai salah satu pengusaha yang sukses. Bahkan, dengan harta kekayaan pada 2016 sekitar US$ 267 juta, Johanes masuk dalam daftar 150 orang terkaya di Indonesia.

Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Jubir KPK Febri Diansyah masih enggan mengungkap identitas para pihak yang diamankan. Febri juga enggan menjawab saat dikonfirmasi mengenai proyek yang menjadi bancakan Eni.

Febri hanya memastikan uang Rp 500 juta yang disita tim penyidik dari OTT. Dia menduga uang itu diberikan kepada Eni dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR.

“Saya belum bisa konfirmasi nama, inisial atau hal yang terkait dengan yang diamankan, terutama identitas. Karena kami perlu klarifikasi. Tapi yang dipastikan itu uang ratusan juta atau sekitar Rp 500 juta yang diamankan. Kami duga itu terkait dengan kewenangan dari anggota DPR di komisi VII,” katanya.

Meski demikian, Febri membenarkan terdapat seorang swasta yang turut dibekuk tim Satgas KPK. Febri mengungkapkan pihak swasta ini turut diciduk lantaran diduga sebagai pihak pemberi suap.

“Ada dari pihak swasta yang kami duga sebagai pihak pemberi,” ungkapnya.

Para pihak yang dibekuk saat ini sedang diperiksa intensif tim Satgas KPK. Lembaga antikorupsi memilki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak tersebut. Febri berjanji akan membeberkan OTT ini dalam konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (14/7).

“Pimpinan akan sampaikan apakah ada pihak yang ditingkatkan statusnya,” katanya.

Fana Suparman / AB

Sumber: Suara Pembaruan

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment

*

code