banner iklan Pemerintah Kabupaten Bintan

PKS Tak Keberatan Jika Anies Baswedan Jadi Cawapres Prabowo

 

Jakarta – Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera menyampaikan, pihaknya tidak keberatan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menjadi calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto jika itu hasil musyawarah.

Kendati PKS memiliki sembilan nama calon presiden dan wakil presiden (capres/cawapres), tetapi nama Anies akan dibawa terlebih dahulu ke dalam satu musyawarah bersama untuk dibahas di atas meja. Sebab pihaknya tidak menginginkan maju, tetapi justru ingin kemenangan sehingga semua harus bersikap rendah hati.

“Selama itu hasil musyawarah (tak masalah Anies jadi cawapres Prabowo), tetapi kan bisa saja Prabowo-Ahmad Heryawan (Aher) ataupun Aher-Anies,” kata Mardani di Gedung DPR, Senin (9/7).

Ia mengatakan, sejauh ini belum ada keputusan apapun dari Prabowo untuk menentukan cawapresnya. Namun peluang Prabowo untuk menjadi capres lebih besar mengingat Gerindra punya 13 persen kursi, sedangkan PKS dan PAN masing-masing 7 persen yang jika digabungkan pun mencukupi untuk mengusung Prabowo.

“Kans ketiga mungkin partai lain, kemudian Mas Anies datang, kecuali partai-partai itu sepakat usung Mas Anies, karena de facto-nya siapa pemilik tiket dialah yang paling menentukan,” katanya.

Anies sendiri, katanya, prestasinya di DKI pun belum mencapai 1,5 tahun. Dengan demikian akan sangat bijak apabila Anies memberikan bukti terlebih dahulu untuk sukses di Ibu Kota. Kendati demikian, dalam politik tidak ada hitungan matematis sehingga ketika ternyata ada pembahasan-pembahasan, siapa pemenangnya jadi cawapres Prabowo pasti atas dasar pertimbangan banyak pihak.

“Yang memberikan Anies jadi Gubernur sekarang bukan hanya Gerindra dan partai dukungannya PKS, tentu ya karena Sandiaga Uno (wakilnya di DKI) juga Gerindra dan Pak Prabowo berjuang untuk memenangkan Anies di Pilkada DKI,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan, Gerindra memang mendapat usulan agar Anies Baswedan menjadi bakal cawapres. Hal tersebut, katanya, menjadi bagian yang dipertimbangkan, tetapi itu juga sangat tergantung partai-partai mitra koalisi Gerindra menyetujui atau tidak.

“Karena (Anies) dianggap muda dan sebagainya. Itu kan makanya usulan.
Belum tentu disepakati koalisi (karena di DKI belum selesai),” katanya.

Ia mengakui bahwa tugas Anies di Jakarta berat dan sangat penting. Hal itu juga menjadi bagian dari pengabdian penting Anies untuk Jakarta. Mengingat saat pihaknya membantu memperjuangkan juga tidak mudah dengan harapan Jakarta akan berubah.

“Itu bukan tergantung saya sih (Anies selesaikan Jakarta dulu). Tapi nanti kita lihat suara dari koalisi seperti apa. Yang jelas kami dari Gerindra tetap calonnya adalah Pak Prabowo. Tinggal wakilnya,” pungkasnya. [D-14]

Deti Mega Purnamasari / FMB

SURAPEMBARUAN.COM

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment

*

code