banner iklan Pemerintah Kabupaten Bintan

Koalisi Jokowi Enggan Umumkan Capres-Cawapres Lebih Dulu

Presiden Joko Widodo (tengah) menjamu enam pimpinan partai koalisi pemerintah, Senin 23 Juli 2018 di Istana Bogor. ( Foto: Twitter @Jokowi )

Jakarta – Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily menegaskan keenam partai politik (parpol) pengusung Joko Widodo (Jokowi) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sangat solid dan tinggal melihat manuver yang akan dilakukan oleh koalisi lawan.

“Kami tegaskan bahwa enam parpol koalisi pendukung Pak Jokowi sangat solid. Oleh karena itu kami tinggal melihat manuver apa yang akan dilakukan oleh partai yang ada di seberang sana (kubu lawan),” ujar Ace di Gedung DPR, Rabu (25/7).

Hal tersebut juga berkaitan dengan pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pertemuan dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Selasa (24/7) malam yang menyatakan bhawa Demokrat sulit merapat ke koalisi Jokowi.

Saat ini di koalisi Jokowi terdapat enam parpol, yakni PDIP, PPP, PKB, Golkar, Nasdem, dan Hanura. Sementara di koalisi Prabowo sejauh ini ada Gerindra, PKS, dan PAN. Dari partai-partai yang ikut di Pemilu 2014, hanya Demokrat yang belum menentukan arah dukungannya.

Ia mengatakan, sejauh ini Golkar memang sudah berkomunikasi dengan Demokrat untuk mengajak berkoalisi dengan pemerintah. Namun, Demokrat memiliki syarat yang juga dihormati oleh pihaknya.

“Buat Golkar, semakin cepat partai-partai lain untuk mendeklarasikan dukungan Pilpres, menurut saya semakin bagus karena akan lebih jelas peta kekuatan partai politik dan peta kekuatan calon dalam hadapi Pilpres 2019,” katanya.

Menurutnya, teka-teki soal konfigurasi Pilpres 2019 akan semakin terlihat bila diumumkan lebih cepat. Dengan demikian, akan terlihat pula langkah-langkah politik yang ditempuh sehingga pihaknya juga bisa semakin kuat untuk menghadapi Pilpres 2019 ini.

Kendati demikian, ia menilai bahwa tidak mudah bagi Demokrat dan Gerindra untuk menentukan pasangan yang tepat. Pasalnya, masing-masing parpol di koalisi Gerindra menawarkan kadernya masing-masing.

“Tetapi bagi kami, peluang untuk menarik partai lain di luar itu (enam partai) masih sangat mungkin. Hanya saja persoalannya adalah tergantung kesepakatan 6 parpol tersebut.” katanya.

Namun dalam sebuah koalisi, katanya, harus ada kesepakatan-kesepakatan politik. Tidak harus menawarkan harga yang terlalu tinggi, karena bagaimanapun dalam negosiasi harus ada kompromi-kompromi yang dilakukan.

Deti Mega Purnamasari / FMB

Sumber: Suara Pembaruan

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment

*

code