banner iklan Pemerintah Kabupaten Bintan

Nakhoda Kapal KM Sinar Bangun Diamankan

Petugas gabungan mengangkat kantong berisi jenazah korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, di posko Pelabuhan Tigaras, Simalungun, Sumatera Utara, Rabu (20/6). Hingga hari ketiga proses pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun, sebanyak 18 penumpang selamat, dua penumpang tewas dan 160 penumpang lainnya masih dalam proses pencarian. ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi/foc/18.

Parapat – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan menegaskan, nakhoda Kapal KM Sinar Bangun sudah diamankan atas kasus kapal tenggelam yang banyak merenggut korban jiwa tersebut.

“Saya tidak bisa menyampaikan keberadaan nakhoda kapal tersebut. Bila diberitahukan justru bisa menimbulkan amukan massa,” ujar Kapolres Simalungun di Pelabuhan Tigaras di Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Rabu (20/6).

Kapolres mengatakan, sudah tiga penumpang yang ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa, satu di antaranya ditemukan di hari pertama saat musibah kapal itu tenggelam dan dua jenazah lagi ditemukan tim gabungan dalam pencarian hari ini.

“Nakhoda kapal ini diamankan karena kita menilai sesuatu yang aneh, sebab dalam daftar korban yang hilang maupun selamat, justru namanya tidak ditemukan. Setelah dicari informasi ternyata berada di darat dan kita amankan,” katanya.

Namun, Kapolres tidak menjelaskan lebih rinci identitas nakhoda kapal yang dengan sengaja memasukkan penumpang dalam jumlah sebanyak-banyaknya itu demi mendapatkan keuntungan besar.

Berdasarkan informasi yang diperoleh SP dari sejumlah perwira kepolisian, nakhoda kapal KM Sinar Bangun itu bernama Tua Sagala. Identitas nakhoda itu juga dibenarkan oleh warga yang bertetanggaan dengan nakhoda kapal itu di Simanindo, Kabupaten Samosir.

Kapolres mengatakan, ada unsur kelalaian yang membuat polisi turun melakukan investigasi atas musibah kapal tenggelam tersebut. Pertama, sesuai sertifikasi kapal KM Sinar Bangun dengan berat 17gross ton yang hanya mampu menampung 40 penumpang.

“Kemudian, untuk spesifikasi kapal sesuai sertifikat memiliki panjang 17 meter, lebar 4 meter dan tingginya 1,5 meter. Fakta yang ditemukan justru tidak sesuai karena tinggi kapal mencapai 3 lantai. Kendaraan bermotor yang diangkut ada 60 unit,” ungkapnya.

Menurutnya, kapal itu juga tidak dilengkapijake penyelamat, perahu karet, maupun sekoci. Investigasi ini masih terus dilakukan. Namun, untuk saat ini kita juga fokus melakukan pencarian korban yang hilang di perairan Danau Toba.

Arnold H Sianturi / FMB

Sumber: Suara Pembaruan

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment

*

code