banner iklan Pemerintah Kabupaten Bintan

Partai Pendukung Jokowi Baru Bicara Pilpres Usai Pilkada

Joko Widodo. ( Foto: Antara )

Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP, Arsul Sani menegaskan bahwa rencana Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 oleh partai-partai koalisi pendukung Joko Widodo (Jokowi) baru akan dibicarakan pasca pemilihan kepala daerah (pilkada) pada 27 Juni 2017 mendatang.

Pernyataan tersebut sekaligus membantah anggapan bahwa pertemuan para sekjen partai koalisi pendukung pemerintah yang dilaksanakan di Kementerian Sekretaris Kabinet, Senin (7/5) merupakan titik awal pembahasan Pilpres 2019.

“Pokoknya kita bicarakan itu setelah 27 Juni. Jadi nanti kami ketemu. Sampai 27 Juni kami mungkin akan sering ketemu tapi (pertemuan) tadi untuk melakukan pendalaman terhadap isu-isu,” ujar Arsul di Gedung DPR, Senin (7/5).

Ia mengatakan, pertemuan yang dilakukan setelah sekian lama tak digelar itu karena bertujuan agar partai koalisi pemerintah memahami tentang pencapaian pemerintah, kinerja pemerintah dan kekurangan pemerintah itu sendiri.

“Sehingga ketika kami harus menjawab itu, bisa menjawab dengan baik berdasarkan bahan-bahan tidak asal jeplak,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut pihaknya mendapat banyak bahan untuk disampaikan kepada 5-10 orang jajaran partai masing-masing agar menguasai masalah-masalah isu strategis nasional yang harus dijelaskan.

“Paling tidak ke jajaran akar rumput partainya tentang hal-hal terkait kebijakan pemerintah, capaian pemerintah, maupun kekurangan pemerintah,” katanya.

Namun untuk menjaga soliditas dari partai-partai pendukung pemerintah saat ini yang juga akan mengusung Jokowi di Pemilu 2019 nanti, maka pihaknya tidak memungkiri pertemuan-pertemuan serupa akan terus dilakukan.

Deti Mega Purnamasari / YUD

Sumber: Suara Pembaruan

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment

*

code