banner iklan Pemerintah Kabupaten Bintan

Ketua DPR kutuk pelaku teror bom Surabaya yang libatkan anaknya

jokowi pantau lokasi bom surabaya. ©2018 Merdeka.com/Titin Supriatin

Merdeka.com – Ketua DPR Bambang Soesatyo mengutuk keras pelaku serangan teror bom di Surabaya yang membawa serta anaknya. Teror di tiga gereja Surabaya, pelaku merupakan orangtua yang melibatkan empat anaknya. Pagi ini, seorang bocah inisial Ais (7), selamat dari serangan yang dilancarkan oleh orangtuanya sendiri si Mapolrestabes Surabaya.

Bamsoet bersama Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Wakil Ketua Komisi III Desmond J Mahesa dan Anggota DPR dari Komisi III seperti Arteria Dahlan, Masinton Pasaribu dan Herman Hery, mengunjungi RS Bhayangkara Surabaya. Rombongan membesuk anak terduga pelaku yang menjadi korban, juga melihat jenazah korban yang ikut dalam pengeboman.

“Kami mengutuk keras tindakan perbuatan yang mengorbankan anaknya sendiri,” kata Bamsoet di RS Bhayangkara, Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/5).

Sambil berkaca-kaca, Bamsoet mengungkapkan betapa kejamnya orang tua yang membawa anaknya dalam aksi teror. Diketahui, dalam teror di GKI Diponegoro, pelaku Puji Kuswati membawa dua anak perempuannya. Sedangkan, dalam serangan di Gereja Santa Maria, dua anak lelakinya membawa bom dengan sepeda motor.

“Saya kehilangan kata-kata menyampaikan betapa kejinya, anak-anak ini anak seumuran anak saya, tapi dia menjadi korban kebiadaban orang tuanya, tadi saya melihat tiga anak kecil yang sudah meninggal,” kata Bamsoet.

Dia juga menemui bocah Ais yang dibawa dalam rombongan motor membawa bom dalam serangan Mapolrestabes Surabaya. Bocah tersebut nyawanya sempat terselamatkan dan dibawa anggota kepolisian untuk diselamatkan.

“Tadi saya melihat satu anak kecil yang selama dibawa orang tuanya bawa bom bunuh diri, dia terlempar mungkin umurnya baru lima tahun sampai 8 tahun mungkin baru SD kelas 1,” ucapnya.

Seperti diketahui, tiga teror bom terjadi di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur. Pengeboman pertama terjadi pukul 07.13 WIB di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Jalan Ngagel Madya,Minggu (13/5). Kemudian disusul ledakan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jemaat Sawahan di Jalan Arjuno. Terakhir di Gereja Kristen Indonesia Diponegoro 146 di Jalan Raya Diponegoro.

Malam hari sekitar pukul 21.20 WIB, bom lain meledak di rusunawa kawasan Wonocolo, Sidoarjo. Tiga orang yang diduga pelaku tewas yaitu Anton (47) beserta istrinya, Puspita Sari (47), dan anak pertamanya, LAR (17).

Senin (14/5) pagi sekitar pukul 08.50 WIB, Surabaya kembali diguncang bom. tepatnya di depan Polrestabes Surabaya. Polisi menyebut aksi ini dilakukan empat pelaku yang berboncengan dua motor. Keempatnya meninggal. [bal,SUMBER MERDEKA.COM)

Reporter : Ahda Bayhaqi

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment

*

code