banner iklan Pemerintah Kabupaten Bintan

Polisi Sebut Camat Pagedangan “Otak” Pungli Perijinan Rumah Ibadah di TangerangPolisi Sebut Camat Pagedangan “Otak” Pungli Perijinan Rumah Ibadah di Tangerang

Ilustrasi pungli (Foto: Okezone)

TANGERANG SELATAN – Pihak kepolisian menyebut bahwa Camat Pagedangan, Achmad Kasori (42), merupakan otak praktik Pungutan liar (Pungli) atas proses perijinan rumah ibadah di Mal QBig BSD City, Lengkong Kulon, Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

“Sudah kita tangkap dan tahan. Iya dia (otaknya), terkait Pungli tersebut semua atas persetujuan dan pengetahuan Camat tersebut,” terang AKBP Fadli Widiyanto, Kapolres Tangsel, Selasa (6/3/2018).

Sebelumnya, petugas sendiri telah memeriksa sebanyak 9 saksi yang kesimpulannya mengarah pada keterlibatan Achmad Kasori. Sebagai barang bukti, turut diamankan uang hasil Pungli senilai Rp45 juta, Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU), bukti keterangan Bank mengenai aliran dana dalam rekening, dan petunjuk dari kesesuaian keterangan saksi dan bukti surat SKDU.

“Barang buktinya uang senilai Rp45 juta, jadi uang itu terpisah dari uang senilai Rp15 juta yang diamankan dari stafnya yang sudah ditangkap lebih dulu,” jelasnya.

Kasus Pungli perijinan rumah ibadah itu terkuak saat korban berinisial B, mengadukan bahwa ada oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kecamatan Pagedangan bernama Budi Prihatin (42) yang mendesaknya untuk menyetor uang dengan total senilai Rp600 juta.

Menurut pengakuan pelaku Budi Prihatin, uang sebanyak itu nantinya akan dibagi-bagikan kepada Kecamatan, Kelurahan dan Perwakilan warga. Upaya itu untuk memuluskan perijinan rumah ibadah di Mall QBig BSD yang sebelumnya ramai ditentang warga sekitar.

Pelaku, Budi Prihatin, yang bertugas sebagai staf Ekonomi dan Bangunan di Kecamatan Pagedangan ditangkap Tim Saber Pungli Tangsel pada 18 Februari 2018 sekira pukul 01.00 WIB di wilayah Pakulonan, Serpong Utara.

Saat ditangkap, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu tas kulit warna coklat, satu amplop putih berisi 150 lembar uang kertas dengan jumlah mencapai Rp15 juta. Turut diamankan pula rekaman Close Circuid Television (CCTV) milik restoran, rekaman video dan percakapan pesan singkat antara korban dan pelaku.

(muf)

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment

*

code