banner iklan Pemerintah Kabupaten Bintan

Perkuat Pengawasan Internal, BKKBN Lantik Auditor Baru

Sekretaris utama BKKBN, Nofrijal, menyalami auditor yang baru dilantik, di Jakarta,Jumat (16/3). ( Foto: Beritasatu Photo/Dina Manafe )

 

Jakarta – Sekretaris Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Nofrijal, melantik Pejabat Fungsional Auditor di lingkungan BKKBN, Jumat (16/3). Dengan hadirnya auditor baru diharapkan pengawasan di internal BKKBN semakin diperkuat.

Nofrijal mengatakan, auditor ini akan menjalankan tugas sebagai audit internal dengan tugas melaksanakan pengawasan internal atas penyelenggaraan tugas dan fungsi instansi di lingkungan BKKBN. Auditor ini juga sebagai pengawal bagi BKKBN dalam mencapai opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang mengindikasikan laporan pertanggungjawaban keuangan lembaga ini sesuai aturan.

Laporan keuangan BKKBN sendiri selama tiga tahun (2014-2016) berturut-berturut masih mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Pimpinan dan seluruh jajaran BKKBN berkomitmen meraih WTP untuk laporan keuangan tahun 2017.

“Untuk mencapai hal tersebut tentunya harus didukung pertanggungjawaban keuangan yang wajib dilaksanakan secara cepat dan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Nofrijal.

Untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan akuntabilitas pengelolaan keuangan, petinggi BKKBN Pusat dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi serta seluruh jajarannya wajib menyelenggarakan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) secara efektif di lingkungan kerjanya masing- masing.

Saat ini, tingkat maturitas penyelenggaraan SPIP menurut Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mendapatkan skor 2,20. Itu artinya maturitas SPIP masih berada pada level 2 atau berkembang. Nofrijal berharap auditor baru bekerja penuh dedikasi dan tanggungjawab serta menjunjung tinggi integritas.

Jumlah auditor sendiri baik di Pusat maupun perwakilan provinsi sebanyak 58 orang. Jumlah ini masih kurang untuk melakukan kegiatan audit BKKBN di seluruh Indonesia. Menurut kebutuhan berdasarkan analisi beban kerja secara ideal dibutuhkan sekitar 94 orang Auditor di pusat maupun provinsi.

 

Dina Manafe / FER

Sumber: Suara Pembaruan

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment

*

code