banner iklan Pemerintah Kabupaten Bintan

“PENGAKUAN PEKERJA MASSEGE”Tanpa Gaji ,Penghasilan Besar

ILUSTRASI

Tanjungpinang- Panti pijat yang memperkerjakan terapis wanita seringkali berkonotasi negatif. Apalagi kalau sang massege  memakai seragam minim. Anda pasti berpikir, tentunya bakal ada layanan plus dari si cantik ini.

Prostitusi terselebung berkedok panti pijat kebugaran atau spa memang semakin menjamur di kota-kota besar. Hal ini tak lepas dari kebutuhan hidup yang semakin tinggi.

Simak kisah wanita terapis yang juga menservis ‘lebih’ tamunya ini,  hasil liputan  beritatanjungpinang .com ,Jum,at  (16/2/2018)

Di bilik  berukuran sedang  itu Melly (Nama Samaran ) bekerja sebagai pekerja massege . Tugasnya memijat tamu dari ujung kaki sampai ujung kepala. Termasuk memberikan servis pijat plus dengan  dibayar nego.

Melly mengaku sudah bekerja setahun di sebuah panti pijat di Tanjungpinang. Bayarannya per bulan tidak tentu, tergantung jumlah tamu yang dipijatnya,tanpa digaji.

Harga paket  massege Rp 60.000 sampai Rp 70.000. “Kalau mengandalkan komisi  dari uang pijat kecil, Mas. Sebulan paling cuma dapat Rp ratusan ribu ,” kata Melly saat berbincang dengan beritatanjungpinang.com , disalah satu Kedai Kopi .

 

Karena itu Melly memilih mengejar tips (Berhubungan Badan) dari pelangan . Dari satu konsumen, Melly  bisa mendapat Rp 250.000 hingga Rp 300.000 setiap berhubungan badan.

 

Melly menambahkan ,”kalau tidak begini, bagaimana bisa hidup diTanjungpinang. Kos saja sudah hampir Rp 1 juta. Belum kebutuhan lain atau mengirim keluarga saya di kampung mas ,” kata gadis berbadan putih ini.”terang Melly.

 

TIM

 

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment

*

code