banner iklan Pemerintah Kabupaten Bintan

Presiden Akan Bersikap Kalau Perundingan dengan Freeport Terus Alot

Ilustrasi Freeport (Istimewa)

Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyatakan perundingan dengan PT Freeport Indonesia ditargetkan rampung paling lambat Juni mendatang. Presiden Joko Widodo akan mengambil sikap bila negosiasi dengan PT Freeport Indonesia tak kunjung rampung.

“Kalau ini negosiasinya terus sampai berlarut ya nyerah akhirnya. Mungkin pemerintah terpaksa akan mengambil tindakan berbeda, apa tidak memperpanjang (operasi Freeport) atau bagaimana. Tapi ini keputusan di Presiden bukan di saya,” kata Jonan dalam rapar kerja dengan Komisi VII DPR, Kamis Malam (25/1).

Jonan menuturkan pemerintah tidak mau terburu-buru dalam mengambil sikap tidak memperpanjang operasi Freeport di 2021. Pasalnya pemerintah mempertimbangkan iklim investasi asing di dalam negeri. Dia menyebut negosiasi dengan Freeport yang berlangsung saat ini merupakan langkah fair. “Ini kita menempuh upaya yang fair bagi investor asing juga,” ujarnya.

Negosiasi dengan Freeport terkait penyusunan detil lampiran Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) bergulir sejak Februari 2017 lalu. Kala itu ditargetkan rampung pada Oktober 2017. Di Agustus 2017 memang terjadi kesepakatan umum antara Freeport dengan pemerintah terkait empat poin negosiasi. Namun hingga batas waktu Oktober tersebut belum disepakati skema detil terkait divestasi 51% saham yang merupakan salah satu poin negosiasi.

Perundingan pun diperpanjang hingga akhir 2017. Kala itu pun kedua belah pihak optimis bisa mencapai titik temu. Faktanya belum ada kesepakatan harga wajar untuk vakuasi saham 51%. Kini perundingan diperpanjang dan ditargetkan rampung pada pertengahan tahun.

Bila mendengar pemaparan Jonan dalam rapat kerja Komisi VII kemarin maka disimpulkan sudah banyak kemajuan dalam proses perundingan. Kemajuan itu berupa kesepakatan tertulis antara pemerintah dengan Freeport McMoran Inc terkait konverso PI Rio Tinto menjadi saham. Progres berikutnya ditunjuk tim independen untuk menghitung PI Rio Tinto.

Oleh: Rangga Prakoso / YUD

Sumber: BeritaSatu.com

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment

*

code