banner iklan Pemerintah Kabupaten Bintan

PDIP Tetap Hormati Keputusan Golkar Soal Nasib Novanto di DPR

Ketua DPR Setya Novanto (tengah) bersama (kiri ke kanan) Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Fadli Zon, Agus Hermanto, dan Taufik Kurniawan. (Antara)

Jakarta – Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) menghormati hak Partai Golkar bila tetap mempertahankan Setya Novanto sebagai Ketua DPR walau sudah jadi tersangka kasus hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Seperti disampaikan anggota Fraksi sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Pareira, soal posisi Novanto di kursi Ketua DPR tergantung keputusan Fraksi Golkar. Bila Golkar memang hendak menggantinya dan memprosesnya dengan cepat, maka pergantian cepat bisa dilaksanakan.

“Kita serahkan mekanismenya, memang Golkar yang mengisi jabatan pos ketua DPR. Memang aturan mainnya seperti itu,” kata Andreas, Rabu (22/11).

Soal lowongnya Novanto selama di tahanan KPK akan memengaruhi kinerja pimpinan DPR, Andreas mengatakan hal itu tak sepenuhnya benar. Sebab Novanto bukanlah satu-satunya pimpinan DPR. Masih ada empat pimpinan lainnya.

Enggak ada ketua juga masih jalan DPR ini,” imbuhnya.

Soal citra DPR memburuk karena status tersangka Novanto, Andreas mengatakan toh dulu mantan bendahara Golkar itu juga sudah pernah jadi tersangka.

Soal proses dugaan pelanggaran etika oleh Novanto di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Andreas mengatakan bahwa kerja lembaga itu tergantung dari laporan masyarakat. Bila ada laporan dari masyarakat menyangkut Novanto, maka MKD harus memprosesnya.

Yang jelas, PDI Perjuangan tak mau mengurusi rumah tangga partai lain, dalam hal ini Partai Golkar. “Ini urusan di dalam rumah saudara. Kalau saudara lagi bersedih, berduka, kita ikut prihatinlah,” imbuhnya.

Oleh: Markus Junianto Sihaloho / JAS |

Sumber: BeritaSatu.com

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment

*

code