banner iklan Pemerintah Kabupaten Bintan

APBD 2018 Ditargetkan November Paripurna

BINTAN (HK) – DPRD Bintan menargetkan, paripurna untuk APBD tahun 2018 bisa dilaksanakan pada akhir Nopember 2018 mendatang. Saat ini tim Pengguna Anggaran Daerah (TAPD) Pemkab Bintan telah menyerahkan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) kepada Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bintan dan dilakukan penandatangan nota kesepahaman (MoU) antara Pemkab Bintan dan DPRS Bintan, Selasa (7/11) pekan lalu.
Untuk nilai APBD 2018 ini diproyeksikan sebesar Rp1,04 triliun lebih, langsung dikebut jajaran legislatif Bintan. Ketua DPRD Bintan Nesar Ahmad, memprediksikan penyelesaian tahapan untuk mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Bintan tahun 2018 menjadi Perda APBD Bintan 2018 pada akhir November ini.

“Kamis (Besok-red) kita akan memparipurnakan KUA PPAS APBD menjadi Ranperda, dan akhir bulan sekitar tanggal 29 November sudah kita sahkan menjadi Perda APBD 2018,” kata Nesar di Tanjungpinang, Selasa (14/11).

Ia menambahkan, bila tahapan KUA PPAS yang sudah dilakukan selesai tahapan selanjutnya akan diserahkan kepada komisi masing-masing yang ada di DPRD Bintan. Bila sudah final, pengesahan APBD 2018 bisa dilakukan. Kerja kebut yang dilakukan DPRD Bintan selain untuk kepentingan penbangunan di masyarakat pada tahun anggaran 2018, juga untuk mengatisipasi pinalti atau denda keterlambatan pengesahan APBD sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

“Kalau lambat nanti kena pinalti, makanya kita percepat. Setelah pansus pulang, kita akan kejar supaya APBD cepat diselesaikan tepat waktu,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, rancangan APBD Bintan tahun 2018 yang diproyeksikan sebesar Rp 1,04 triliun lebih dibagi menjadi dua belanja yakni belanja langsung sebesar Rp 548 miliar lebih dan belanja tak langsung yang mencangkup belanja pegawai, belanja subsidi, belanja hibah, belanja bantuan sosial dan lain sebagainya berjumlah Rp 491 miliar lebih.

Sumber pendapatan masih mengandalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bintan yang diproyeksi sebesar Rp 228 miliar, pendapatan pajak daerah diproyeksikan sebesar Rp 187 miliar lebih atau mengalami peningkatan sebesar 27 miliar lebih dibandingkan tahun 2017 yang hanya sebesar Rp 160 miliar lebih. Sedangkan hasil retribusi daerah yang diproyeksikan sebesar Rp 10 miliar lebih meningkat Rp 1 miliar lebih dari proyeksi di APBD 2017.

Sementara dana perimbangan diproyeksikan sebesar Rp 653 miliar lebih menurun sekitar Rp 64 miliar lebih dari target yang diajukan sebesar Rp 720 miliar lebih. Jika dibandingkan proyeksi tahun 2017 sebesar Rp 674 miliar lebih, maka terjadi penurunan sebesar Rp 20 miliar lebih. (oxy)

 

SUMBER.HALUANKEPRI.COM

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment

*

code