banner iklan Pemerintah Kabupaten Bintan

Peternak Desa Lancang Kuning Jajaki Kerjasama

BINTAN (HK) – Usaha penggemukan sapi kian hari kian menjanjikan, apalagi menjelang peringatan Hari Raya Idul Adha. Terkadang, harga sapi mendadak melambung tinggi. Potensi ini yang sedang dilirik banyak peternak. Namun, pembelian bibit sapi untuk digemukkan masih tergolong tinggi, berada di kisaran Rp 12 hingga Rp 13 juta/ekor.
Dengan harga jual perekor mencapai Rp 16 juta, dan sapi yang digemukkan bisa dijual bila dirawat enam bulan. Tentu saja, keuntungannya tipis. Informasinya, bibit sapi untuk digemukkan murah dijual peternak daerah Lampung. Kepala Desa Lancang Kuning, Kholili Bunyani menuturkan, peluang ini rencananya akan dimanfaatkan dengan tahap awal penjajakan kerjasama.

Setelah ia pelajari dan komunikasi dengan peternak sapi di Lampung, harganya hanya di kisaran Rp 10 juta hingga Rp 11 juta per ekornya. Dengan demikian maka harga sapi akan lebih rendah dan bersaing dari wilayah lain. “Target kami ini cepat terealisasi, mungkin dalam waktu 2 atau 3 tahun ini akan kami datangkan sapi tersebut. Kemudian selanjutnya dan secara bersamaan kami akan lakukan program pembiakan sapi disini,” kata Kholili di Kantor DPRD Bintan, Senin (2/10).

Jika program pembiakan sapi dapat berjalan sambungnya, dipastikan harga sapi dapat lebih murah lagi dan petani lebih diuntungkan. Karena saat melakukan pemeliharaan sapi, peternak sapi yang juga mayoritas petani ini dapat mengelola pupuk kandangnya. (oxy)

haluankepri.com

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment

*

code