banner iklan Pemerintah Kabupaten Bintan

Bekas Galian Tambang Kembali Menelan Korban

BINTAN (HK)- Kolam bekas galian pasir  di Kampung Masiran, Desa Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan kembali menelan korban.  Kali ini, Sarni (54) warga RT/RW 002/001 Kampung Baru, Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur ditemukan warga dalam kondisi tewas dalam kolam tersebut, Sabtu (29/9) siang.
Saksi mata, Nurat mengaku awalnya ia melihat ada sepeda motor parkir di sekitar lokasi. Namun ia tidak melihat pemilik kendaraan tersebut. Ia kemudian mengecek ke bagian kolam dan kaget ketika melihat  sesosok mayat terapung di dalam kolam tersebut. Ia kemudian melaporkan kasus itu ke pihak kepolisian.

“Pas saya lihat seperti mayat, saya langsung beritahu kepolisian,” ucapnya, kemarin.

Selang beberapa menit kemudian aparat Polsek Gunung Kijang langsung ke lokasi kejadian. Saat dievakuasi, jasad Sarni masih mengeluarkan darah dari lubang hidung. “Diperkirakan korban meninggal sejak satu hingga dua hari lalu,” ucap Hendro, petugsa medis dari Puskesmas Kawal yang mengidentifikasi jasad korban di lokasi kejadian.

Setelah berhasil dievakuasi, jasad korban langsung dibawa ke RSUP Tanjungpinang menggunakan mobil ambulance milik Puskesmas Kawal guna proses visum.

Bhabinkamtibmas Galang Batang, Aiptu Hendrik Nasution mengatakan, jasad korban tiba di RSUP sekitar pukul 15.00 WIB. “Identitas korban adalah warga Sei Lekop atas nama Sarni, dan sudah dilakukan visum tim medis rumah sakit,” ucapnya.

Sebelumnya, di kolam tersebut juga ditemukan mayat Puja Kusuma, warga Perum Ganet Tanjungpinang, Minggu (24/9) lalu. Dengan kembalinya ditemukan mayat tersebut apar kepolisian mengimbau agar warga tidak berwisata apalagi melakukan aktifitas renang di kolam-kolam bekas galian pasir di daerah Galang Batang.

” Masyarakat berhati-hati dan tidak melakukan aktifitas apapun di sekitar lokasi-lokasi bekas galian pasir. Meskipun indah, namun kolam-kolam tersebut berbahaya. Airnya memang biru jernih dan cantik, tapi hati-hati karena itu berbahaya. Karena semakin biru, kolam itu semakin dalam dan berat jenis airnya lebih berat dibandingkan kita berenang di laut,” ucap Kapolsek Gunung Kijang, AKP Hendriyal.

Dengan beberapa kejadian ini, Hendriyal meminta kepada jajarannya (Bhabinkamtibmas) untuk memberikan arahan kepada RT/RW di daerah Gunung Kijang untuk memasang papan pemberitahuan larangan untuk berenang dan melakukan aktifitas renang di lokasi-lokasi galian pasir.

“Pemasangan plang larangan itu supaya masyarakat tahu, kalau itu berbahaya. Makanya kita akan memberitahukan kepada perangkat RT/RW untuk memasang semacam papan pemberitahuan supaya masyarakat tidak berenang dan beraktifitas disekitar lokasi kolam-kolam bekas galian pasir,” katanya. (oxy)

haluankepri.com

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment

*

code