banner iklan Pemerintah Kabupaten Bintan

Politisi PDIP Ingatkan Perindo Jangan Cuma “Nebeng”

Anggota Komisi XI DPR RI Eva Kusuma Sundari menjelaskan mengenai empat pilar Pancasila dalam sosialisasi di Auditorium Universitas Islam Blitar (UNISBA), Jawa Timur, Selasa (29/2). Sosialisasi tersebut sebagai upaya penguatan karakter bangsa lewat Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. ANTARA FOTO/Irfan Anshori/foc/16.

Jakarta – Politikus Senior PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari, menyatakan dukungan Perindo kepada Jokowi sebagai capres di 2019 akan menambah daftar panjang dukungan yang sudah ada. Diingatkan agar Perindo bersedia mendukung tulus, dan benar-benar melaksanakan prinsip take and give (memberi dan menerima).

Kata Eva, pihaknya berharap bahwa dukungan Perindo konkrit dan produktif. “Yaitu bersama menjaga, menyukseskan, termasuk membantah serangan-serangan ke Jokowi yang tidak berdasar akal sehat,” katanya, Rabu (2/8).

Hal itu terutama karena Ketum Perindo, Hary Tanoesoedibjo, punya posisi khusus. Yaitu kontrol di jaringan media yang dimilikinya. Artinya, dukungan Perindo kepada Jokowi harus terukur, produktif, namun tak transaksional sebelum bekerja.

“Habis pileg dan pilpres 2019, baru Presiden Jokowi bisa kalkulasi kontribusi Perindo. Ini untuk membantah tuduhan HT cari perlindungan hukum. Tentu ini spekulasi tidak mendasar bagi Jokowi yang paradigmanya di politik adalah kerja-kerja-kerja,” beber Eva.

Intinya, Eva menegaskan bahwa yang diharapkan adalah prinsip take and give. Sebab publik bisa melihat tujuan Perindo adalah menebeng popularitas serta elektabilitas Jokowi. Hal itu wajar saja karena Perindo adalah parpol baru yang masih harus membuktikan raihan suaranya di 2019.

“Tapi dukungan haruslah yang tulus dan fair. Iso rumongso kalau orang Jatim bilang. Jangan semata take doang,” tandasnya

Oleh: Markus Junianto Sihaloho

Sumber: BeritaSatu.com

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment

*

code