banner iklan Pemerintah Kabupaten Bintan

Pengembangan Ekowisata di Ajukan ke Kemendes

BINTAN (HK) – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bintan akan mengajukan pengembangan ekowisata di Desa di Desa Toapaya Selatan (Topsel) ke Kemendes.  Kepala Dinas PMD Bintan Ronny Kartika, menginginkan agar kedepan Desa Topsel bisa dijadikan sebagai pilot project pengembangan kawasan ekowisata terpadu.
Keseriusan itu juga telah ditunjukkan dengan turunnya Kementrian Pariwisata RI dan Dinas Pariwisata Bintan beberapa waktu lalu ke Sungai Gesek yang ada di Desa Topsel untuk dijadikan tour de mangrove. “Saya ingin buatkan legalitas dan dasar hukumnya dan akan kita soundingkan ke Kemendes untuk dijadikan pilot project ekowisata. Itu target kita kedepannya,” ungkap Ronny, Minggu (27/8).

Mantan Pj Kepala Desa Topsel ini pun menambahkan, dari ekspose yang dilakukan Kades Topsel Suhenda, konsep kawasan ekowisata terpadu itu nantinya menyajikan banyak tempat menarik seperti tour de mangrove, perkebunan buah, arena motor ATV serta arena mini cross. Ronny menyakini konsep yang ditawarkan akan menjadikan kawasan tersebut dilirik wisatawan baik lokal maupun asing.

Apalagi sambungnya, letak desa yang berbatasan dengan Kota Tanjungpinang ini menjai nilai lebih. Karena apa, wisatawan yang tadinya ingin berlibur diakhir pekan bisa memillih destinasi alternatif yang ditawarkan di Desa Topsel. “Kalau yang saya lihat, strategi kepala desanya ingin meng-cut (memotong) yang yang tadinya ingin berlibur baik ke Trikora dan Lagoi karena lokasinya cukup jauh, bisa memilih destinasi alternatif karena letaknya memang strategis sekali,” ungkap Ronny.

Terkait anggaran yang bisa digunakan untuk membangun kawasan tersebut, Ronny mengatakan bisa bersumber dari APBD Bintan bisa juga menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD). Namun, kalaupun harus menggandeng pihak ketiga untuk mengembangkan kawasan tersebut, Ia mengatakan, tetap bisa dilaksanakan dengan melakukan Momerandum Of Understanding (MoU).

“Kalau pemerintah kan sifatnya pendamping. Kalau dilakukan pihak ketigas, tentu kita harus perjelas di MoU nya, dan harus dikaji lagi seperti apa pola pengelolaannya nanti,” tandasnya.

Sementara itu, Kades Topsel Suhenda memaparkan konsep yang akan dikembangkan didaerah kerjanya itu juga sudah pernah di ekspose dihadapan dewan juri penilai lomba desa tingkat nasional beberapa waktu lalu. Desanya diyakini akan menjadi objek wisata baru didaerah Bintan. Ia akan menggandeng pihak ketiga untuk menyulap sungai besar (Sungai Gesek) di Toapaya Selatan sebagai tour de mangrove kedepannya.

“Rencana saya sesuai konsep yang saya buat, nanti tak jauh dari kantor desa akan kita buat wisata terpadu disitu ada arena mincross, motor ATV, kebun buah serta tour mangrove yang mengintari sungai sampai jembatan Lintas Barat dan Tepekong di Lintas Barat Km 16,” ucapnya.

Karena biaya yang akan dikeluarkan besar untuk mewujudkan impian tersebut, Suhenda sedang berusaha mencari gandengan pihak ketiga untuk mengembangkan kawasan wisata terpadu itu. Ia menyakini ini berkembang jika dikelola dengan baik. “Jelas karena memang kita ingin membuatnya komplit. Disitu ada arena olahraga, ada juga perkebunan dan ada juga tour mangrove melewati sungai yang berliku-liku. Ini sangat bagus dikembangkan,” paparnya. (oxy)

HALUANKEPRI.COM

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment

*

code