banner iklan Pemerintah Kabupaten Bintan

Menkominfo: Radikalisme dan Terorisme Harus Jadi Musuh Bersama

Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menegaskan bahwa radikalisme dan terorisme harus menjadi musuh bersama. Menurut Rudiantara, keduanya bukan hanya musuh agama tertentu, tetapi musuh semua agama.

“Radikalisme bukan menjadi musuh agama tertentu saja. Radikalisme dan terorisme menjadi cammon enemy umat agama apapun di Indonesia. Bagi etnis apa pun di Indonesia. Justru kita perangi bareng-bareng,” ujar Rudiantara di acara Konferensi Nasional Umat Katolik di Universitas Atma Jaya, Jakarta, Sabtu (12/8).

Rudiantara mendorong penerapan nilai-nilai Pancasila merupakan bentuk upaya memerangi radikalisme dan terorisme. Namun, kata dia Pancasila jangan hanya menjadi ideologi semata, tetapi harus menjadi darah dan daging dalam kehidupan sehari-hari.

“Misalnya, Ketuhanan Yang Maha Esa, semua harus punya kepercayaan. Karena kita menganut Ketuhanan Yang Maha Esa, selama memang agama berbeda-beda, selama Tuhannya satu, masing-masing harus hormati. Kita tidak boleh bertentangan masalah keagamaan, aqidahnya, syariahnya dan sebagainya,” jelas dia.

Dengan demikian, kata Rudiantara, semua pihak harus saling menghormati perbedaan. Pasalnya, perbedaan tersebut merupakan anugerah yang perlu dijaga dan diarahkan ke hal-hal positif.

“Yang harus dicari, bukan perbedaan, tapi persamaannya. Makin banyak kita menemukan persamaan, makin banyak kita bergerak berdasarkan persamaan itu, makin besar negara kita. Itu menurut saya Pancasila,” terang dia.

Lebih lanjut, dia mengatakan menerapkan nilai-nilai Pancasila bisa dimulai dari keluarga. Dia mencontohkan bagaimana kakak adik dalam keluarga bisa saling menyayangi dan menghargai perbedaan, bergerak dalam persatuan dan saling membantu.

“Tahu kan di dalam satu keluarga antara adik dan kakak kadang-kadang berbeda. Tapi, bukan perbedaannya, tapi bagaimana orang tua juga mencari persamaan agar memperkuat dan saling membantu. Itu dalam hal yang kecil,” pungkas dia.

Sebagaimana diketahui, konfernas Umat Katolik dibuka oleh Sekretaris Jenderal Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr. Anton Bunjamin dengan Keynote Speech Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Selain Rudiantara, pemaparan materi juga dilakukan oleh Menteri Pertahanan Lerjen (Purn) Ryamizard Ryacudu dan Penggerak Gerakan Sosial Pancasila Bambang Ismawan.

Dalam sesi diskusinya diisi oleh sejumlah narasumber, antara lain Staf Khusus Presiden Gories Mere, Ketua Dewan Pers Stanley A., Guru Besar Filsafat dari STF Driyarkara Franz Magnis Suseno, Sejarahwan Anhar Gonggong, Peneliti Senior CSIS J. Kristiadi, Sosiolog Ignas Kleden, Sekjen Partai Demokrat Hinja Panjaitan, Pakar Hukum Tata Negara Koerniatmanto dan Wakasad TNI Hinsa Siburian.

Rudiantara. (SP/Ruht Semiono)
Oleh: Yustinus Paat / YUD
Sumber: BeritaSatu.com

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment

*

code