banner iklan Pemerintah Kabupaten Bintan

Menhan: Nilai Luhur Pancasila Mulai Luntur Sejak Era Reformasi

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memberikan pembekalan kepada para Rektor/Ketua/Direktur dan Koordinator Kopertis Perguruan Tinggi, dalam rangka Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) bagi Mahasiswa Baru. (beritasatu tv)

Jakarta – Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu, menyebutkan, nilai luhur Pancasila mulai luntur sejak reformasi bergulir. Pancasila tidak lagi dijadikan sebagai landasan utama dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

“Artinya, Pancasila tidak lagi dijadikan sebagai acuan dalam berpikir, bersikap, dan bertingkah laku maupun dalam menentukan dan menyusun tata aturan hidup berbangsa dan bernegara. Pada akhirnya, kita seperti kehilangan jati diri dan kepribadian bangsa,” ujar Ryamizard di acara Konferensi Nasional (Konfernas) Umat Katolik, di Gedung Yustinus, Atma Jaya, Jakarta, Sabtu (12/8).

Nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila, kata Ryamizard, sejatinya digali dari budaya bangsa Indonesia sendiri. Menurutnya, jika Pancasila tidak dijadikan falsafah dalam berbangsa dan bernegara, bangsa Indonesia akan kehilangan roh dan jiwanya.

“Dampaknya, masyarakat akan mudah disusupi oleh ideologi asing yang belum tentu sesuai dengan akar budaya bangsa,” tandasnya.

Ryamizard mencontohkan, beberapa negara yang telah hancur karena ideologi dan simbol persatuan dirusak oleh pengaruh ideologi lain, sebut saja misalnya Yugoslavia, dan Uni Soviet (sekarang menjadi pecahan beberapa negara).

“Setiap negara memiliki konsep ideologi masing-masing sebagai simbol pemersatu. Seperti komunisme di Tiongkok dan Korea Utara, liberalisme di Amerika Serikat, monarki atau kerajaan di Inggris dan syariah Islam di Arab Saudi dan beberapa negara Timur Tengah,” paparnya.

Indonesia, kata Ryamizard, memiliki ideologi Pancasila yang digali dari warisan nilai luhur bangsa Indonesia. Pancasila, lanjut dia, kemudian dijadikan falsafah sekaligus sebagai jati diri bangsa Indonesia.

“Sebagai falsafah hidup atau pandangan hidup bangsa, Pancasila mengandung nilai-nilai filosofis yang mencerminkan hakikat, asal, tujuan, nilai, dan arti dunia seisinya, khususnya manusia dan kehidupannya, baik secara perorangan maupun sosial,” tambahnya.

Bela Negara

Dalam kesempatan ini, Ryamizard juga menyinggung kesadaran bela negara. Menurutnya, bela negara merupakan metode yang telah terbukti ampuh guna menangkal seluruh bentuk ancaman terhadap keutuhan dan integritas bangsa.

“Dengan kesadaran bela negara ini, kita akan memiliki kesadaran untuk mengamankan dan melestarikan jati diri, budaya dan kekayaan alam Indonesia, sekaligus menjaga keutuhan dan persatuan nasional,” kata dia.

Esensi dari kesadaran bela negara, lanjut Ryamizard, adalah merealisasikan nilai-nilai cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, setia pada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, serta mempunyai kemampuan awal bela negara baik psikis maupun fisik.

“Melalui bela negara ini diharapkan terbangun karakter disiplin, optimisme, kerja sama dan kepemimpinan guna turut menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara,” pungkasnya.

 Oleh: Yustinus Paat / FER

Sumber: BeritaSatu.com

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment

*

code