banner iklan Pemerintah Kabupaten Bintan

Polisi Menduga Penganiayaan Ahli Telematika ITB Akibat Senggolan Mobil

Jakarta – Polisi terus melakukan penyelidikan terkait kasus pengeroyokan dan penganiayaan terhadap ahli telematika Institut Teknologi Bandung (ITB) Hermansyah (46), di KM 6 Tol Jagorawi, Jakarta Timur. Sementara, penyidik menduga peristiwa itu terjadi akibat senggolan mobil di sekitar lokasi.

“Masih proses. Polisi masih bekerja, merangkai semua alur peristiwa itu sampai terjadi,” ujar Kapolres Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Polisi Andry Wibowo, Senin (10/7).

Dikatakannya, jumlah pelaku belum bisa dipastikan karena insiden terjadi di jalan tol. Namun, kemungkinan pelaku terpengaruh alkohol sehingga mengendarai mobil secara ugal-ugalan dan menyenggol kendaraan korban.

“Pelaku ini kemungkinan besar terpengaruh alkohol menurut saya ya. Karena ceritanya (mobil) zig-zag nggak karuan sehingga menyenggol mobil korban. Korban marah, dikejar, dipepet, dihentikan, di situ kemudian terjadi. Senggolan mobil menjadi amarah, kemudian menjadi penganiayaan terhadap korban,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, penyidik masih memeriksa saksi-saksi yang melihat peristiwa tersebut. Diantaranya, dua petugas Jasa Marga dan istri korban bernama Irina.

“Tentunya kan istri korban paling utama. Itu kalau berbicara yuridis, kalau berbaca intelijen informasi yang kita terima dari luar tentunya banyak kita cari,” katanya.

Menyoal apakah peristiwa itu terkait dengan statusnya sebagai saksi ahli IT tersangka Rizieq Syihab, Andry menyampaikan, tidak benar.

“Itu kan di medsos (media sosial). Kan belum tentu benar. Kalau kita berbicara informasi, itu seluas-luasnya kita coba gali. Kita lihat dari saksi. Siapa saksi yang paling penting, ya isterinya. Nanti tentunya juga korban. Tapi, sementara waktu korban kan belum dimintai keterangan,” jelasnya.

Ia menegaskan, ini merupakan insiden kekerasan di jalan, dan bukan merupakan kasus perampokan karena tidak ada barang-barang korban yang hilang.

“Kalau lihat dari cara pelaku, bukan itu modusnya (perampokan). Modus paling nyata senggolan, emosional, lalu terjadi perkelahian mulut dan dibacok. Sementara waktu, ini insiden di lapangan. Nggak ada (barang hilang). Ya insiden di jalan, korban marah dikejar. Mungkin karena emosi dikejar. Ya di jalan itu kan orang ada ratusan ribu, perilakunya macam-macam, bawanya macam-macam (senjata tajam),” tandasnya.

Sumber: BeritaSatu.com

 

Oleh: Bayu Marhaenjati

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment

*

code