banner iklan Pemerintah Kabupaten Bintan

Polisi Bakal Jemput Paksa Rizieq Syihab

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab (tengah) menjawab pertanyaan wartawan saat menjalani pemeriksaan di Mapolda Jabar, Bandung, Jawa Barat, 13 Februari 2017. (Antara/Fahrul Jayadiputra)

Jakarta- Polisi berencana menjemput paksa imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab, lantaran dua kali tak memenuhi panggilan, terkait kasus beredarnya foto serta rekaman video berisi chat What’s App yang mengandung unsur pornografi.

“Kemarin tanggal 8 Mei sudah kita layangkan panggilan kedua untuk diperiksa tanggal 10 Mei. Jadi yang bersangkutan tidak hadir, kita tunggu nanti, kalau ada segera kita bawa,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (12/5).

Argo menegaskan, penyidik akan membawa paksa Rizieq ketika kembali dari umrah untuk diperiksa.

“(Jemput di bandara?) Teknik nanti penyidik. Itu nanti penyidik yang lebih tahu. Yang terpenting kami sudah mengirimkan surat ke sana. Dia kan di luar negeri, berarti nanti kita tinggal melakukan penjemputan secara paksa kepada yang bersangkutan,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, belum mendapatkan informasi kapan Rizieq pulang ke Indonesia. “Belum mendapatkan. Kita belum tahu keberadaannya. Informasinya di Malaysia, tetapi tempatnya di mana belum tahu,” katanya.

Argo menegaskan, kasus Rizieq bukan merupakan kriminalisasi. Polisi menjalankan proses hukum secara profesional karena ada laporan.

“Tidak ada kriminalisasi. Ada laporan kita lidik dan kita sidik, kita kan sesuai profesional saja. (Pengamanan massa FPI?) Kita kan tidak pertama kali ini. Kita sudah siapkan semuanya,” tandasnya.

Bayu Marhaenjati/BW

BeritaSatu.com

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment

*

code