banner iklan Pemerintah Kabupaten Bintan

Kapolda Metro Ingatkan Massa Aksi 313 Ikuti Aturan yang Berlaku

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan (kanan). (BeritaSatu Photo/Danung Arifin)

Jakarta– Polda Metro Jaya telah menyiapkan personel pengamanan terkait kegiatan unjuk rasa dengan tajuk “Aksi Bela Islam 313”, di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (31/3) besok. Massa aksi diimbau agar mematuhi peraturan dan menjaga ketertiban umum.

“Personel sudah siap untuk melayani besok dari beberapa elemen yang akan ke Istana Negara. Secara keseluruhan pasukan sudah mulai setting dari sore ini menjelang malam. Kita akan menutup beberapa jalan menuju Istana Negara, karena ketentuan demikian,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan, di Jakarta, Kamis (30/3).

Dikatakannya, massa aksi nanti harus berada pada radius 500 meter dari depan gerbang Istana Negara.

“Kami akan mundurkan 500 meter karena supaya memang lebih leluasa. Kami akan akomodir, karena undang-undang mengatur penyampaian pendapat di muka umum dan kita akan melayaninya,” ungkapnya.

Iriawan menegaskan, massa aksi diharapkan dapat mengikuti aturan yang berlaku dan menjaga ketertiban umum.

“Sekali lagi saya sampaikan untuk mematuhi aturan-aturan yang ada dan menjaga ketertiban. Jangan mengganggu ketertiban umum, sehingga berjalan tertib dan terkendali,” katanya.

“Kami akan layani dengan baik, kalau unjuk rasa tertib. Kalau coba melakukan tindakan anarkis, tentu kami harus antisipasi juga terhadap hal ini, karena publik tidak menginginkan ini. Unjuk rasa diatur undang-undang, tapi harus dilakukan dengan tertib dan baik,” tambahnya.

Ia menuturkan, polisi juga sudah menyiapkan pengalihan arus seperti di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jalan Veteran, dan lainnya.

Menurutnya, polisi akan berkoordinasi dengan massa aksi untuk mengetahui di mana titik kumpul massa. “Kita akan lakukan komunikasi juga dengan mereka. Sehingga kami menyampaikan kepada mereka kalau sudah bubar, ya silakan kembali. Karena undang-undang mengatur kita sampaikan ke mereka, kita somasi pertama, kedua, dan tiga, kita berharap mereka menaati aturan undang-undang yang berlaku,” jelasnya.

Menyoal berapa jumlah personel yang dikerahkan untuk melakukan pengamanan, Iriawan enggan mengungkapnya. “Cukuplah ya personelnya,” katanya.

Ihwal berapa estimasi massa yang akan datang, Iriawan menyebutkan, sementara dalam surat pemberitahuan ada sekitar 20.000 orang. Kendati demikian, Intel tetap melakukan pendalaman dan mencari informasi berapa jumlah tepat massa yang akan turun ke jalan.

“Informasi yang kami gali itu sudah 2.500. Massa dari Bogor indikasi itu ada, tapi malam ini kita masih mendalami meminta informasi jaring-jaringan kami di lapangan. Namun, dari informasi intelejen ada 2.500 yang kita dapat. Mudah-mudahan ini tidak banyak, karena ini masih tahap kampanye, mari kita jaga pasangan calon agar tenang menjalankan kampanye,” terangnya.

Iriawan mengungkapkan, salah satu tuntutan massa aksi adalah meminta Basuki Tjahja Purnama diberhentikan dari Gubernur DKI Jakarta. “Salah satu poin massa minta pencopotan pasangan calon nomor dua,” katanya.

Ia pun menegaskan, massa dilarang melakukan long march ke Gedung DPR-MPR. “Kalau long march tidak boleh karena menggangu ketertiban umum. Kalau jalan kaki ke Istiqlal itu kan dekat, tapi kalau jalan kaki dari Masjid Istiqlal ke DPR itu tidak lah,” tandasnya.

Bayu Marhaenjati/PCN

BeritaSatu.com

Share

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment

*

code