Gatot Nurmantyo. (Antara)

Jakarta – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengaku bangga terhadap anak buahnya yang menjadi juara umum dalam lomba menembak tingkat ASEAN. Apalagi, mereka juara dengan menggunakan senjata produk dalam negeri yaitu dari PT Pindad.

“Saya senang dan bangga. Ini prestasi luar biasa,” kata Gatot saat menerima kontingen TNI AD di Hotel Dharmawangsa Jakarta, Rabu (14/12).

Gatot menjelaskan keberhasilan TNI AD dalam kejuaraan menembak AARM (ASEAN Armies Rifle Meet) 2016 adalah prestasi yang membanggakan. Prestasi tersebut menunjukkan penguasaan skill, persenjataan, dan amunisi yang Menlu Retno Marsudi (kiri) bersalaman dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, disela keterangan pers tentang pembebasan sandera dari Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/5). Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan empat warga negara Indonesia yang disandera kelompok yang berafiliasi dengan Abu Sayyaf sudah berhasil dibebaskan, dan saat ini keempat WNI itu dalam keadaan baik dan berada di tangan otoritas pemerintahan Filipina. ANTARA FOTO/HO/Setpres/ama/1baik. “Saya bangga mereka juara dengan menggunakan karaben, senapan serbu, dan munisi produk Pindad. Ini pembuktian karya anak negeri tidak kalah kualitas dan performanya dibandingkan produk asing,” ujar Gatot.

Sementara Direktur Utama Pindad, Abraham Mose mengatakan dalam AARM 2016 ini, kontingen TNI AD menggunakan SS2-V2 HB untuk kelas karaben, SS2-V4 HB untuk kelas senapan dan munisi dari Pindad.

“Boleh dibilang senjata dan munisi ini karya kita bersama untuk bangsa,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui SS2-V2 HB dan SS2-V4 HB sudah diproduksi Pindad sejak tahun 2006. SS2-V2 HB merupakan senjata karaben dengan panjang laras 40,3 cm, sementara laras SS2-V4 HB sepanjang 50 cm. Kedua jenis senjata ini menggunakan munisi 5.56 mm. Di samping senjata organik ini, Pindad juga memproduksi senapan khusus seperti SS2 V7 subsonic, sniper SPR-3 kaliber 7,62 mm dan sniper SPR-2 kaliber 12,7 mm, serta pistol G2 kaliber 9 mm.

Lomba AARM sendiri digelar di Filipina, pekan lalu. Dalam lomba itu, Indonesia memborong 21 medali emas, 15 medali perak, dan 16 medali perunggu.

Suara Pembaruan

Robertus Wardi/PCN

Suara Pembaruan