banner iklan Pemerintah Kabupaten Bintan

Harus Dimulai dan Terus Perbaiki

SURABAYA-Sekretraris Daerah Provinsi HTS Arif Fadillah menegaskan pihaknya ingin memulai penerapan e-Budgeting mulai penganggaran Tahun 2017. Apalagi ini merupakan pesan langsung Presiden Joko Widodo dalam pertemuan dengan seluruh Gubernur.

Menteri Perencanaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur dalam pertemuan dengan Gubernur H Nurdin Basirun juga minta Kepri segera menerapkannya.

“Sesuai pesan Presiden dan keinginan Gubernur segera kita mulai. Tapi belum sempurna. Soal e-planing dan e-budgeting Surabaya yang terbaik,” kata Sekda dalam pertemuan di Ruang Borobudur, Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya, Surabaya, Jumat (18/11).

 

Sebelum memulai, Arif, bersama Kepala Bappeda Naharuddin, Kepala BPMD Sardison, Asisten III M Hasbi, Plt Karo Pembangunan Aries Fariandi serta sejumlah staf “belajar” ke Pemko Surabaya.

Arif menyempatkan diri berstudi soal e-Government ini sebelum mengikuti pertemuan Forsesdasi (Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia). Pertemuan Forsesdasi diselenggarakan hingga Sabtu (19/11).

Surabaya dipilih karena e-Government Pemkonya memang menjadi rujukan sejumlah daerah di Indonesia. Bahkan Menteri Asman pun, kata Arif menyarankan pihaknya belajar ke Pemko Surabaya.

Arif dan rombongan diterima langsung Kepala Bapeko Surabaya Agus Imam Sonhaji. Menurut Arif, pihaknya ingin belajar dan segera mengimplementasikannya.

“Lebih bagus memulai dan terus belajar. Dalam perjalanan perbaiki terus kekurangannya,” kata Arif.

Agus Imam, Kepala Bappeko Surabaya mengatakan e-budgeting, e-planning ini merupakan cikal bakal e-Government. Pihaknya sudah memulai sejak tahun 2004.

Keinginan semua pihak, kata Agus, membuat program ini bisa hingga seperti hari ini. Meski membuat sederhana, kata Agus, sesuatu yang berubah perlu proses. Kalau tidak seperti ini, kata Agus, SKPD tidak bisa main-main lagi, seperti soal serapan anggaran. Bisa saja SKPD melapor serapan tinggi padahal masih rendah.

“Dengan sistem ini bisa diketahui detil perkembangannya. Laporannya bukan oleh dinas, tapi proses dan sistem melaporkannya,” kata Agus.

Kepala Bappeda Kepri Naharuddin menegaskan dengan penerapan e-Budgeting diyakini membuat banyak hal semakin baik. “Akan lebih rapi dan lebih mudah,” kata Nahar. Nahar termasuk yang paing intens dalam diskusi pada pertemuan selama dua jam itu. Demikian juga dengan tim Kepri lainnya. Mereka ingin tahu detil, termasuk soal aplikasi, dan lainnya.

Dalam kesempatan terpisah, saat membuka Forsesdasi, Asman Abnur, MenPAN RB, memang berpesan tentang perlunya studi semacam ini. “Lakukan studi tiru. Yang bagus dicopy, ditiru,” kata Asman saat membuka Forsesdasi, di Singgasa Hotel, Surabaya, Jumat (18/11).

Menurut Asman, pihaknya memang sedang membuat format e-Government. Sehingga bisa digunakan seluruh daerah.

“Dunia sudah cepat berubah dengan teknologi-teknologi. Ini momentum. Perubahan itu sudah datang dari Presiden, harus kita lakukan,” kata bekas Wakil Wali Kota Batam ini.(TRA/Humas)

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment

*

code