banner iklan Pemerintah Kabupaten Bintan

Lakukan Pungli, Oknum Polisi Kabur Saat Hendak Ditangkap

Rycko Amelza Dahniel. (Antara)

Rycko Amelza Dahniel. (Antara)

Medan – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) sudah menangkap delapan oknum polisi yang melakukan pungutan liar (Pungli). Tujuh di antaranya menjalani proses pemeriksaan, dan seorang lagi dilaporkan kabur.

“Mereka terjaring dalam operasi pemberantasan pungli di sejumlah lokasi berbeda. Saya ingatkan, jangan lagi melakukan pungli. Saya akan menindaknya,” ujar Kapolda Sumut Irjen Rycko Amelza Dahniel, Senin (17/10).

Kapolda mengatakan, untuk ruang pelayanan publik harus bersih dari segala bentuk praktik pungli tanpa adanya perbedaan. Pelayanan publik harus bersih tanpa adanya pungli, sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

“Saya juga melakukan pembenahan di internal. Polisi sebagai penegak hukum jika ingin menyapu maka sapunya juga harus bersih. Semua pelayanan publik harus bersih. Kita benahi, perbaiki dan ambil tindakan hukum,” sebutnya.

Menurutnya, dirinya tidak akan membeda – bedakan dalam menumpas segala bentuk kejahatan, khususnya praktik pungli yang menjadi perhatian Presiden Jokowi.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting menyampaikan, tujuh oknum polisi yang diproses adalah Brigadir JS, Brigadir WJ, Bripka S Purba, Aiptu BH Naibaho, Bripka YAS, Aiptu TE Manihuruk dan Brigadir R Surbakti.

Sementara itu, seorang oknum Polri yang terlibat pungli tapi belum ditahan dan dilakukan pemeriksaan adalah Kepala Pos Lantas (Kaposlantas) Hinai, Pasar 10, Tanjung Beringin, Simpang Padang Tualang, Langkat Aiptu S.

Suara Pembaruan

Arnold H Sianturi/FMB

Suara Pembaruan

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment

*

code