banner iklan Pemerintah Kabupaten Bintan

Bangun Kewaspadaan Terhadap Masuknya Wabah Penyakit Menular

JAKARTA -(BT)-Pelayanan-pelayanan prima harus terus diberikan kepada masyarakat, terlebih lagi pelayanan kesehatan. Dengan kondisi Kepri yang luas lautnya mencakup 96 persen luas keseluruhan, perlu dukungan agar pelayanan kesehatannya lebih cepat, tepat. Selain itu, Kepri sebagai pintu masuk wisatawan juga harus terus membangun kewaspadaan terhadap masuknya beragam penyakit menular, seperti wabah zika saat ini. Hal ini disampaikan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun saat menjadi pembicara pertama pada simposium dua hari Travel and Adventure Medicene of Asia, di Hotel Sheraton Gandaria City, Jakarta, Jumat (9/9/2016).

 

Gubernur sendiri membawa kertas kerja dengan judul Implementasi travel medicene menuju Kepulauan Riau sebagai basis kemaritiman. Menurut Gubernur, adanya virus zika, kalau tidak diantisipasi bakal cepat beredar. Karena ada kecemasan terhadap virus ini jika sudah masuk ke Kepri. Karena, dalam catatan Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, untuk Batam saja, ada 700 kasus demam berdarah dengue dengan 17 kematian. Penyebar demam berdarah adalah nyamuk aedes aygipty. Virus zika disebarkan oleh nyamuk uang sama.

“Cukup besar risikonya jika masuk dan kita tidak mengantisipasi secepatnya,” kata Nurdin pada simposium yang digelar berkat kerja sama Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FK Universitas Indonesia dan Asia Pasifik Travel Health Society.

Sesuai regulasi internasional, apapun perkembangannya, jika suatu negara sudah terkena penyakit ini, harus terus melaporkan kepada WHO. Laporan perhari tentang bagaimana perkembangannya, penanganannya dan lainnya. Tidak ada alasan untuk tidak melaporkan karena takut berdampak pada ekonomi dan kepariwisataan. Nurdin pun minta agar Dinas Kesehatan di Kepri dan Kantor Kesehatan Pelabuhan mengantisipasi masalah ini sebaik mungkin.

Dalam kesempatan itu juga, Gubernur berharap dukungan Fakultas Kedokteran UI untuk mensupport penyempurnaan sistem kesehatan daerah Kepri yang kepulauan. Tentu dengan analisis akademis supaya lebih kuat yang ditunjang dengan sumber daya manusia yang spesialis dan dokter umum yang memahami geografi Negeri Segantang Lada ini.

Menurut Gubernur, dengan infrastruktur terbatas pada 2.408 pulau di Kepri, perlu pelayanan spesifik untuk daerah Kepri. Meski begitu, Gubernur Nurdin cukup bangga dengan pelayanan kesehatan di Kepri belum lama ini. Sejumlah dokter berhasil memisahkan kembar siam Rahma dan Rahmi dan kondisi saat ini sangat baik.

Simposium ini dihadiri sejumlah praktisi dan ahli kesehatan dari berbagai wilayah di Asia. Termasuk mahasiswa kedokteran dan Kantor Kesehatan Pelabuhan. Dari Kepri tampak hadir Kadis Kesehatan Kepri Tjecep Yudiana.(Humas)

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment

*

code