banner iklan Pemerintah Kabupaten Bintan

Dr. H. Nurdin Basirun, S.Sos, M.Si

NURDIN 2Dr. H. Nurdin Basirun, S.Sos, M.Si. (lahir di Moro, Karimun, Kepulauan Riau, 7 Juli 1957; umur 58 tahun) adalah Wakil Gubernur Kepulauan Riau yang menjabat sejak 12 Februari 2016. Buah dari pasangan Bapak Basirun dan Ibu Nuriah ini menghabiskan masa kecilnya di kecamatan Moro mengikuti tempat tinggal kedua orang tuanya yang pada saat itu ayahnya yang berasal dari Sungai Raya Karimun mendapat tugas dari pemerintah sebagai guru pada sekolah dasar di Moro, Ibunya merupakan penduduk asli Moro. Semasa kecilnya di Moro, layaknya sebagai anak yang tinggal di kampungnya, tentunya semua kegiatan / permainan anak dikampungnya ia ikuti. Berenang dipantai, bermain diparit, kejar-kejar di semak-semak belukar, memanjat pohon dan sebagainya. Namun demikian seorang Nurdin kecil bukanlah tergolong anak yang nakal. Walaupun sedikit nakal, kenakalannya masih pada batas kewajaran. Ia masih mau membantu kedua orang tuanya, menyapu rumah dan halaman, mencari kayu bakar, mengangkat air, dan berjualan kue pun ia lakukan laut dan pantai bukanlah tempat yang asing baginya, merawai, mengail, menjala, menombak ikan, menangkap cumi, menjaring sering ia lakukan bersama orang kampung. Belum sempat menamatkan pelajaran SD nya di Moro, dia pindah mengikuti kepindahan orang tuanya di pulau Buru. Kemudian pindah lagi ke Tg. Balai Karimun sampai ia tamat SD Tahun 1970. Semasa sekolah di pulau Buru dan Tg. Balai, tiba saat libur Nurdin kecil selalu pulang kampung di Moro. Setelah menamatkan sekolahnya di SD Tahun 1970, Nurdin melanjutkan lagi sekolahnya di SMEP ( Sekolah Menengah Ekonomi Pertama ) disini Nurdin menempa ilmu ekonominya secara formal, yang pada kelanjutannya mengantarkan dia menjadi seorang penguasa sukses. Tahun 1974 Nurdin menyelesaikan pelajarannya di SMEP. Selesai menamatkan pendidikannya di SMEP, Nurdin tidak langsung melanutkan pendidikan kesekolah yang lebih tinggi. Dia lebih memusatkan kegiatannya pada pekerjaan, terutama menjadi kelasi kapal kecil/pompong dan berdagang kecil-kecilan agar dapat membantu ekonomi orang tuannya dengan bekerja dan berdagang, sedikitbanyak dapat memabntu mengurangi beban hidup orang tuanya yang pada saat itu menjadi seorang guru. Berbagai pekerjaan ia tekuni menjadi nelayan perauh ia lakukan, menjadi tukang masak kapal dan kelasi kapal kecil pun pernah ia jalanani. Demikian juga menjadi tekong pompong pun pernah ia jalani dengan berbekalkan pengalaman selama menjadi klasi kapal. Tak puas hanya sebagai tekong pompong, Nurdin melanjutkan lagi pendidikannya di Balai Latihan Pendidikan pelayaran di Semarang. Nurdin memang sosok seseorang pekerja keras dan ulet, dan selalui ingin menambah ilmu pengetahuan. Ia memang tidak pernah berpatah arang demi mencapai impian dan cita-cita yang diimpikannya. Tahun 1982, tepatnya tanggal 1 Januari 1982, Nurdin Basirun melangsungkan pernikahannya dengan gadis Singapura keturunan Desa Keban Kecamatan Moro NOR LIZAH. Tanggal 20 September 1984 Lahir anak pertamanya seorang perempuan yang diberi nama NORA, yang sekarang sedang menimba ilmu di Australia. Tanggal 31 Desember 1989 lahir anak keduanya seorang laki-laki yang diberi nama NURHIDAYAT ynag sekarang sedang belajar di Sinagpura. Tahun 1988 Nurdin Basirun menyelesaikan pendidikan ya di Semarang. Sekembalinya dari Semarang, Nurdin masih menekuni kegiatan lamanya, yaitu menjadi tekong dan berdagang kecil-kecilan. Selanjutnya Nurdin mengikuti pendidikan kembali untuk mendapatkan Ijazah MPT ( Mualin Pelayaran Terbatas) lkemudian dilanjutkan lagi mengikuti pendidikan untuk mengambil ijazah MPI (Mualin Pelayaran Internasional) bekal inilah yang nantinya akan membawa menjadi seorang pelaut yang tangguh. Perlahan namun pasti, keadaan ekonomi Nurdin semaking membaik, seiring dengan dipercayanya dia menahodai kapal dagang yang membawa ikan dari Moro ke Singapura, bolak-balik Moro Singapura dijalani beberapa tahun, perhatiannya pada olahraga Nurdin mulai tampak. Sering pulang dari Singapura Nurdin Basirun membawa bola Volly dan Net untuk bermain bersama dengan anak-anak muda di Kampung tengah Moro. Kepiawayannya menahodai kapal memang patut diacungkan jempol. Bermacam kapal telah dinahodainya. Karena kepiawannya dan keberhasilannya dalam bidang perdagangan, Nurdin Basirun dipercaya memimpin berbagai organisasi. Seperti misalnya ketua GAPENSI, ketua organisasi MASA, ketua organisasi Pemuda, ketua organisasi sosial, ketua organisasi Profesi, ketua organisasi Keagamaan. Melihat kepiawayannya memimpin organisasi, Drs. H. Muhamad Sani yang pada saat itu menjabat sebagai Bupati Karimun pertama setelah pemekaran, berkeinginan didampingi oleh Nurdin Basirun sebagai wakilnya untuk memipin Kabupaten Karimun. Bulan Maret tahun 2001, sebagai hasil pemilihan oleh DPRD Kabupaten Karimun,Nurdin Basirun terpilih sebagai wakil Bupati Kabupaten Karimun mendampingi Drs. H. Muhamad Sani. Inilah awal kiprah Nurdin Basirun sebagai pemimpin di Pemerintahan Kabupaten Karimun. Dalam kesibukannya sebagai wakil Bupati, Nurdin Basirun Melanjutkan kembali pendidikannya di perguruan tinggi. Tahun 2002 dia berhasil mendapat gelar sarjana Administrasi Negara di Universitas Lancang Kuning Pekanbaru. Situasi berubah Tahun 2004 Provinsi Kepulauan Riau terbentuk Setelah melalui perjuangan panjang dan melelahkan, Bulan Mei 2005 Nurdin Basirun diangkat menjadi Bupati Kabupaten Karimun mengantikan Drs. H. Muhamad Sani pada saat itu memutuskan mencalonkan diri sebagai wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau mendampingi Ismet Abdullah. Bulan Maret 2005 melalui pemilihan langsung oleh rakyat Kabupaten Karimun, Nurdin Basirun terpilih sebagai Buapti Kabupaten Karimun didampingi Aunur Rafiq sebagai wakil Bupati. Sejak itu dua oaring insan anak guru sekolah dasar ini bergandeng tangan bahu –membahu membangun Kabupaten Karimun bumi berazam ini, sebagai mana yang kita cita-citakan. Sebagai anak guru yang pernah merasakan pahit getirnya kehidupan guru, kedua insan ini tidak hanya berkonsentrasi pada kemajuan pendidikan dan perbaikan kesejahteraan para pendidik saja yang jadi perhatiannya, kesejahteraan dan kesahatan masyarakatnya lah yang menjadi prioritasnya. Bidang keagamaan pun tidak ia tinggalkan TPQ bertambah di mana-mana. Ustad-ustazah diberikan isentif sebagai motivasi dan penghargaan Safari subuh ke masjid dan surau ia giatkan, safari ramadhan ia laksanakan, peringatan hari besar Islam ia lakukan dengan mengundang para penceramah dari ibu kota. Bidang ekonomi tidak luput dari perhatiannya. Nurdin Basirun selalu mondar mandir ke luar Negeri untuk mengandeng investor agar mau berivestasi di bumi Karimun berazam ini. Kerja keras membuahkan hasil dengan datangnya para investor menanamkan modalnya. Yang paling menonjol saat ini adalah hadirnya PT. SAIPEM yang bergerak dibidang galagngan kapal, yang banyak membutuhkan tenaga kerja. Dalam kesehariannya Nurdin Basirun dikenal sangat dekat dengan warga, tak jarang kita melihat ia berbincang degan tukang becak sekadar ingin tau kesulitan mereka. Duduk dikedai kopi sambil berbincang untuk menyerap aspirasi bukanlah hal yang tabu baginya sebagai seorang pejabat. Hasil perbincangan langsung dengan masyarakat ia padukan dengan laporan para stafnya merupakan bahan pertimbagan untuk membuat program kegiatan. Dibidang pendidikan, banyak yang ia lakukan, bea siswa anak kurang mampu, bea siswa anak berprestasi, bea siswa bagi PNS yang akan melanjutkan kejenjang S1 dan S2. lebih dari itu, melalui yayasan 7 Juli ia dirikan Universitas Karimun. Banyak lagi hal lain yang dilakukan di bidang pendidikan yang tidak dapat disebut satu persatu. Walaupun sibuk sebagai Bupati, Nurdin Basirun masih sempat meluangkan waktunya untuk melanjutkan studinya pada program pasca sarjana. Tahun 2005 ia berhasil menyelesaikan studinya di bidang ilmu komunikasi dan mendapat gelar MSi. Tidak hanya sampai disitu, Nurdin Basirun terus melanjutkan studinya pada program Dotoral Tahun 2010 ia berhasil menyelesaikan studinya dan mendapat gelar Doktor (DR) pada program Studi Administrasi Negara. Berbagai penghargaan dan tanda jasa pernah ia terima, diantaranya : 1. Tahun 2005 Adipura pembangunan dari Menteri lingkungan hidup 2. Tahun 2005 Satya Lencana Dharma Bhakti Pramuka dari Kuartir Nasional Gerakan Pramuka 3. Tahun 2009 Satya Lencana Pembangunan dari Presiden Republik Indonesia 4. Tahun 2010 Satya Lencana Melati dari Menteri Dalam Negeri.

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment

*

code