banner iklan Pemerintah Kabupaten Bintan

Daya Saing Kepri Meningkat

singapura

Singapura -(bt)-Penjabat Gubernur Agung Mulyana lega begitu mendengar pemaparan dari Konferensi Tahunan ACI (Asia Competitivenes Institut) 2015 di Lee Kuan Yew School of Publik, National Univesity of Singapore (NUS), Singapura, Kamis, (26/11). Sebab, secara peringkat, daya saing Provinsi Kepri mengalami peningkatan ke peringkat 7.

Tahun 2014, secara daya saing, Kepri berada di peringkat 11. Gubernur Agung yang menghadiri konferensi dengan tema Provincial and Regional Competitivens Rangking and Income Growt Analisys for Asian Economies, Cosf of Living Index for World’s Major City, Ease of Doing Business for Subnational Economies in India and Indonesia mengaku akan terus meningkatkan daya saing Kepri.

Dalam acara itu, hadir juga Menteri Keuangan Singapura Heng Swee Kiat, serta sejumlah guru besar.

Menurut Agung, kajian NUS atas daya saing provinsi dilakukan berdasarkan analisis terhadap empat kelompok variabel utama. Keempat variabel itu adalah stabilitas makroekonomi; tata pemerintahan dan kelembagaan; kondisi keuangan, bisnis dan ketenagakerjaan; serta pembangunan kualitas kehidupan (kualitas IPM) dan infrastruktur.

Dari empat variabel itu, ada 103 indikator yang dinilai. Dari situ, Kepri mengalami peningkatan daya saing. Sementara Riau, yang tahun 2014 berada di peringkat sembilan, tahun ini berada di peringkat 16.

Secara keseluruhan atas kajian terhadap data-data dari 103 variabel, diperoleh gambaran umum ranking “Overall Competitiveness, Ranking 2015”,  sbb :

Meski meningkat tahun ini, namun Gubernur Agung mengingatkan semua komponen untuk hati hati. Karena dari kajian itu disebutkan sudah ada tanda-tanda pada data-data indikator, bahwa Kepri akan bisa anjlok rankingnya.

Penyebab turunnya daya saing kompetitif, selain pada 103 indokator dari empat variabel itu adalah soal layanan.

“Layanan perizinan investasi yang menurun kualitasnya, bertele-tele, berbelit-belit, tidak jelas lama waktunya, tidak jelas prosedur dan prosesnya dan tidak jelas berapa biayanya,” kata Gubernur.

Faktor lain yang dapat menurunkan daya saing provinsi kata Agung adalah kondisi keamanan yang tidak favourabel (tingginya kriminalitas dan adanya insurgency); serta kondisi sosial politik lokal yang tidak ramah pada investasi.

Dari Konferensi Tahunan ACI gubernur menyimpulkan semua yang dipaparkan oleh tim adalah hitungan di atas kertas berdasarkan data data yang ada.

“Apakah kita bisa naik ranking atau turun ranking tergantung dari kegigihan kita “membela” daerah yg kita cintai,” kata Gubernur Agung.

Meski begitu, Gubernur yakin potensi SDM aparatur Kepri sudah cukup qualified. “Tapi apakah irama kita berada semua bisa dalam satu partitur itu terpulang pada kita masing-masing,” kata Agung.(hms)

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment

*

code