banner iklan Pemerintah Kabupaten Bintan

Dua Staf Sekwan Tanjungpinang Positif Narkoba

Hasil Tes Urine BNNK Tanjungpinang

Hasil Tes Urine BNNK Tanjungpinang

TANJUNGPINANG (BT)- Salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan satu tenaga honorer di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Tanjungpinang terindikasi positif menggunakan narkoba.Hal tersebut diketahui dari hasil tes urine Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tanjungpinang di Kantor DPRD Tanjungpinang, Selasa (22/9) pukul 10.00 WIB. Tes urine mendadak yang digagas Sekretariat DPRD Kota Tanjungpinang ini dipimpin langsung oleh Kepala BNN Kota Tanjungpinang, Ahmad Yani beserta jajarannya.

Pengambilan sampel air seni (air kencing) ini terhadap seluruh ASN dan PTT maupun tenaga honor, yang diikuti oleh Sekretaris Dewan (Sekwan) dan staf di lingkungan Sekretariat DPRD.

Dari jumlah keseluruhan 74 pegawai di Sekretariat DPRD Kota Tanjungpinang, hanya 65 pegawai yang mengikuti jalannya tes urine tersebut. Diantaranya, 36 ASN, 17 PTT dan 21 tenaga honor.

Diawali oleh Sekretaris DPRD Kota Tanjungpinang, Abdul Kadir Ibrahim, dan diikuti pegawai lainnya. Satu persatu, pegawai ini mengabsen hingga dicek sempelnya oleh tim dari BNNK Tanjungpinang.

Kepala BNNK Tanjungpinang Ahmad Yani mengatakan, dari hasil tes urine yang dilakukan terdapat dua di antaranya terindikasi positif menggunakan zat narkotika dan zat adiktif. Maka dari hasil tersebut, pihaknya melaporkan kepada Walikota Tanjungpinang.

“Ada dua orang pegawai yang positif narkoba dari hasil tes 65 orang. Dengan ini kita laporkan, dan tentu kita bawa ke Kantor BNN Tanjungpinang untuk melakukan asesmen terhadap dua pegwai ini,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, tujuan dilakukan tes urine ini untuk membersihkan penyalahgunaan narkoba di lingkungan Sekretariat Dewan terhadap para staf itu sendiri.

Dan dirinya menerima adanya isu-isu mengenai pegawai di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Tanjungpinang ini banyak yang mengunakan narkoba.

“Ya kita dapat informasi banyak di sini terindikasi penyalahgunaan narkoba yang diduga selama ini coba-coba atau memang pecandu. Karena itu narkoba harus diberantas,” kata Ahmad Yani.

Seperti diketahui sebelumnya, sambung Yani bahwa beberapa hari lalu pihak BNN dan kepolisian telah menangkap di antaranya oknum ASN di lingkungan pemerintah daerah yang memiliki narkoba jenis sabu.

“Seharusnya tidak pantas, karena aparatur negara itu bersih dari namanya narkoba. Sesuai dengan permintaan Pemko Tanjungpinang, kita akan bersama-sama melakukan tes urine kesemua pegawainya. Tapi kapan dan dimana tunggu saja, ini didalam rangka membersihkan penyalahgunaan narkoba dalam bekerja,” ungkap Yani kembali.

Akan Ada Lagi Tes Urine

Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menyampaikan bahwa dirinya tidak menampik masih ada di kalangan ASN di lingkungan Pemko Tanjungpinang yang menggunakan narkoba tersebut. Dan dirirnya juga mengetahui siapa-siapa pegawainya yang saat ini menyalahgunakan narkoba.

“Pasti masih ada beberapa pegawai di Pemko Tanjungpinang sebagai pemakai narkoba. Dan saya tau siapa PNS tersebut,” ucapnya.

Untuk dua pegawai di Sekretariat DPRD, yang positif dalam tes urine, Lis mengapreasi langkah Sekretariat DPRD Tanjungpinang yang melakukan test urine ini dan bekerja sama dengan pihak BNN Tanjungpinang.

“Pasti akan ada lagi tes urine terhadap pegawai di lingkungan Pemko Tanjungpinang. Ini rahasia kapan dan dimana. Kita tunggu saja,” ucapnya kembali.

Kemudian, dikatakan Lis, selanjutnya terhadap kedua oknum ASN ini, menunggu hasil akhir pemeriksaan yang dilakaukan pihak BNN Tanjungpinang. Apabila telah diketahui dengan pasti dan sudah jelas sebagi pengguna, maka langkah selanjutnya BKD yang akan menindaklanjuti sesaui prosedur dan ketentuan peraturan yang berlaku.

Hal yang sama diungkapkan Kepala BKD Tanjungpinang Raja Khairani, pihaknya akan menunggu terlebih dahulu hasil dari pemeriksaan lanjutan oleh pihak BNN Tanjungpinang atas kedua oknum pegawai ini. Bila oknum PNS ini tentunya sudah ada ketentuan peratuaran dan undang-undangnya.

“Sementara bagi pegawai honorer tentunya akan dilihat dulu pelanggarannya seperti apa. Apabila pegawai honorer ini diindikasikan melakukan pelanggaran berat maka akan langsung dipecat,” ungkap Raja Khairani.(HK cw53)

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment

*

code