banner iklan Pemerintah Kabupaten Bintan

BC Tanjungpinang Gagalkan Penyelundupan

17-06 mar 14 bc tpi gagalkan penyelundupan dari kawasan ftz batamPelaku Tak Bisa Dipidanakan

TANJUNGPINANG (BT) – Dua bulan terakhir, Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (BC) Tipe Madya Pabean B Tanjungpinang mengklaim berhasil tiga kali menggagalkan penyelundupan barang dari Free Trade Zone (FTZ) Batam ke Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang.

Namun, pelaku tak dapat dipidanakan karena tak diatur dalam PP No. 10 tahun 2012 tentang Kepabeanan di Kawasan Perdagangan Bebas.

Menurut Kepala Seksi Penindakan dan Penyelidikan (Kasi P2) Kantor BC Tanjungpinang Pebra Paturrahman, dari tiga kali penindakan, pemilik barang tidak dapat dipidanakan. Hanya barang yang disita negara. “Memidanakan pemilik barang tidak diatur dalam PP Nomor 10 Tahun 2012,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (5/3).

Ketiadaan tindakan hukum terhadap pelaku penyelundupan dari kawasan bebas tersebut, menurut Pebra merupakan kendala yang dihadapi BC. “Untuk merefisi PP tersebut, itu kewenangan pusat,” katanya.

Namun untuk meredam aksi penyelundupan barang dari kawasan FTZ Batam, ia mengatakan, pihak BC Tanjungpinang melakukan koordinasi dengan Kantor Utama BC Batam dan BC pusat.

“Upaya penegahan terhadap 3 kasus pada 2 bulan terakhir diperoleh dari informasi intelijen dan kegiatan pemeriksaan oleh petugas di Pelabuhan Sri Bintan Pura,” kata Pebra Paturrahman didampingi Kasubsi Penyuluhan dan Layanan Informasi BC Nangkok Pasaribu.

Penegahan pertama dilakukan terhadap berbagai barang elektronik hasil barang bawaan penumpang kapal fery MV Baruna Mulia di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Januari lalu. Petugas menemukan 698 barang elektronik dan aksesoris seperti ponsel cerdas berbagai merek, notebook, tablet dan lainnya senilai Rp 131.831.000.

Selain itu, Petugas seksi penindakan dan penyidikan juga berhasil melakukan penegahan terhadap barang sebanyak 12.048 pieces lensa kontak senilai Rp 470.640.000.

Barang-barang tersebut merupakan bawaan penumpang dari kawasan FTZ Kota Batam, namun tidak dapat dikategorikan sebagai barang bawaan penumpang karena tidak dilengkapi dokumen Kepabeanan PPFTZ01 dan perizinan dari instansi teknis.

Petugas, lanjut Pebra, juga berhasil mengamankan 36 unit mesin ketangkasan bekas yang dikirim dari Batam ke Tanjung Uban pada 15 Februari 2014. Mesin-mesin itu didapati saat pembongkaran di wilayah Tanjung Uban karena tidak dilengkapi dokumen kepabeanan PPFTZ01. Rencananya, mesin ketangkasan bekas yang diperkirakan senilai Rp80 juta itu akan dibawa ke Tanjungpinang.

“Total nilai barang yang diselundupkan ke Tanjungpinang diperkirakan Rp.682.471.000,” ucapnya.

Hasil pemeriksaan sementara, diduga telah terjadi pelanggaran Peraturan Menteri Keuangan Nomor 47/PMK.04/2012 tanggal 10 Maret 2012 tentang Tata Laksana Pemasukan dan Pengeluaran Barang ke dan dari Kawasan yang telah Ditetapkan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas dan Pembebasan Cukai.

“Pemilik barang elektronik dan contact lens, hingga saat ini belum ada yang melapor ke Kantor BC Tanjungpinang dan masih dalam tahap penyelidikan. Pemiliknya warga Batam berinisial A,” terangnya. ( HK,nel)

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment

*

code