banner iklan Pemerintah Kabupaten Bintan

Penyidik Polres Bintan Panggil Pelapor

 

 Ijazah Lili AgTanjungpinang-(beritatanjungpinang.com)– Terkait dengan laporan kasus dugaan ijazah palsu S I Kepsek Yayasan SMK Menengah Tehnologi Perikanan Kabupaten Bintan, pihak pelapor telah diminta keterangannya atau di Interogasi oleh pihak penyidik Polres Bintan pada hari Jumat 15/11.

Dari keterangan Kuncus ketua LSM Investipenden Coruuption Transparan Independen kepulauan Riau sebagai pelapor pada kasus Dugaan Ijazah palsu kepada media ini, mengatakan, bahwa atas dasar pemanggilan kepada kita adalah untuk meminta keterangan sebagaimana untuk bahan lidik bagi pihak penyidik.

Sebagai Interogator adalah Brigader Polisi satu dengan jabatan anggota unit II sat Reskrim Polres Bintan atas perintah Ajun Komisaris Polisi Sumardi Hery Haryanto.SIK Kasat reskrim Polres Bintan.

kita diminta keterangan sesuai dengan apa yang kita laporkan kepada pihak Polres Bintan pada tanggal 8/11-2013 minggu lalu, dengan Nomor : 113/LSM-ICTI/Tpi-III/13, Prihal laporan , Tentang kasus “Dugaan Ijazah Palsu S I Jurusan SOSIOLOGI Nomor: 47682/0122/J.02/SI/2009 dan No.Bp:05682011 atas nama “LILI ANGGRIANI” yang Nota benenya dipergunakan untuk menduduki suatu Jabatan Kepala sekolah di Yayasan Sekolah Menengah Tehnologi Perikanan (SMK PerikanandanKelautan) di kabupaten Bintan.

Ada pun bentuk laporan kita mengacu pada dasar hukum yang petama adalah Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang dan Dosen (lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2005 nomor 157, tambahan lembaran Negara Republik Indonesia nomor 4586. dan yang kedua adalah Pasal 69 ayat [1] UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Khusus untuk ijazah, di luar KUHP sudah ada pengaturannya tersendiri, yang mengatur bahwa “Setiap orang yang menggunakan ijazah, sertifikat kompetensi, gelar akademik, profesi, dan/atau vokasi yang terbukti palsu dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratusjuta rupiah).”

Bahwa Ijazah S I yang dimiliki dan digunakan oleh Saudara Lili Anggriani adalah patut diduga palsu, sebab, berdasarkan surat yang  diterima oleh LSM ICTI-Ngo Kepulauan Riau dari Universitas Andalas  Sumatera Barat yang menyatakan bahwa saudara Lili Anggriani tidak pernah kuliah di Universitas tersebut.

Setelah menyurati pihak Rektor Universitas Andalas pada tanggal 17 Oktober 2013 dengan nomor surat: 112/LSM-ICTI/Tpi-III/13, yang intinya, pihak Lsm ICTI-Ngo Kepulauan Riau meminta kepada pihak Universitas Andalas sejauh mana keabsahan ijazah tersebut.

Dari hasilsurat yang kami layangkan kepada pihak Universitas Andalas sudah memberikan pemberitahuan kepada pihak Lembaga Swadaya Masyarakat  Investigation Coruuption Transparan Independen kepuluan Riau, dengan nomor  Surat:10835/UN.H16.20/PP/2013. Intinya tertuang dalam surat ini yang  ditandatangani oleh Rektor Universitas Andalas Padang Sumatera Barat.

Setelah melakukan pengecekan kebenaran data terhadap kasus diatas, menurut Rektor Universitas Andalas dapat kami tarik kesimpulan sebagai berikut:

  1. Sdr.Lili Anggriani tidak pernah terdaftar sebagai Mahasiswa Unuversitas Andalas
  2. Kode  nomor Ijazah tidak benar
  3. No.Buku pokok (BP) tidak benar
  4. Pada tanggal 17 Oktober 2009 Universitas Andalas tidak melaksanakan Wisuda
  5. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik  yang  tertera pada Ijazah tersebut tidak benar.
  6. Rektor Universitas Andalas  yang  tercantum pada Ijazah tersebut tidak benar.

Sehubungan dengan keberadaan Ijazah tersebut, bahwa Universitas Andalas tidak pernah mengeluarkan atau memberikan kepada  yang  bersangkutan, dapat dinyatakan bahwa ijazah tersebut adalah PALSU.

Demikianlah surat pemberitahuan ini disampaikan untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya,  atas perhatian diucapkan terimakasih. Tertanda Rektor Universitas Andalas Padang Sumatera Barat Dr.H.Werry Darta Taifur,SE.MA.Nip.190611291986031003.“surat ditandatangani pada tanggal 22 Oktober 2013.

Sesuai dengan Ijazah (SI) yang dimiliki oleh saudari Lili Anggriani perlu dipertayakan, sebab, beliau mengatakan  di Media lokal, bahwa Ijazah terrsebut dibeli,  Jika beliau dengan dasar membeli, maka ada Orang lain yang terlibat dalam hal ini.

Adanya kejanggalan terhadap penggunaan Ijazah  SI jurusan pada program Study SOSIOLOGI Nomor: 47682/0122/J.02/SI/2009 dan No.Bp:05682011.Perlu ditindaklanjuti dengan cermat dan professional, dan  mengenai pernyataan yang disampaikan oleh Kadis Pendidikan Bintan beberapa waktu yang lalu di Media lokal perlu ditelusuri, dan mungkin ada anggaran Negara dan lainnya  yang sudah disalurkan kepada sekolah tersebut. (Red/SI,sidaknews.com)

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment

*

code