Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Curhat » Warga Sering Temukan Kondom di Lapangan Pamedan

Warga Sering Temukan Kondom di Lapangan Pamedan

(174 Views) June 27, 2013 6:18 am | Published by | Comments
Kondom

Kondom

Kamis (27/6) pagi itu cuaca cukup bersahabat. Udara dinggin dan rintikan air hujan sedikit demi sedikit membasahi lapangan Pamedan Tanjungpinang. Terlihat banyak anak-anak yang sedang asik bermain sepakbola dan basket di sekitar Pamedan pagi minggu itu.

Namun ditengah keasikan dan udara dingin dan adem pagi itu, ada pemandangan lain. Di tengah mengisi waktu pagi anak-anak sekolah tersebut berolahrga. Ada terlihat seorang ibu berusia 55 tahun di Lapangan ini. Ia membawa satu sapu dan satu tong sampah. Sesekali Ibu tersebut tampak mengusap wajah di pipinya. Ibu itu berusia sekitar 55 tahun sering dipangil Feni.

Pagi itu tampak ia menggenakan pakaian seragam berwarna putih dan hijau. Tiap pagi Feni harus berada di Pamedan. Sekitar pukul 6.30 Wib, Feni mulai bekerja membersihkan Pamedan. Pekerjaan yang tak mudah dilakukan seorang wanita berusia sekitar 55 tahun.

Lapangan yang dikenal masyarakat Tanjungpinang sebagai kawasan yang kerab digunakan sebagai tempat acara seperti pameran, bazar dan konser. Di tempat ini ada helte bus bagi banyak mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Tempa ini sudah menjadi kawasan yang sangat dikenal ibu Feni. Dari ujung ke ujung Feni harus mengutip satu persatu sampah berserakan tiap hari.

Tak hanya itu, lapangan Pamedan Tanjungpinagn ini cukup terkenal dimata kalangan para remaja dan pemuda. Tempat ini menjadi favorit untuk berpacaran. Meskipun tempatnya tidak begitu tepencil namun tempat ini sangat gelap dan memungkinkan untuk berbuat hal yang tidak baik. Sebab, jika duduk di lapangan tersebut, mereka tidak terlihat dari jalan raya apalagi di malam hari.

Tak hayal sebagai tempat berpacaran, banyak pengalaman unik yang ditemui Feni yang sehari-hari menjadi pembersih di Pamaden. Tidak hanya sampah yang jatuh dari pohon, bekas makanan maupun botol air minelar yang ia bersihkan berserakan di Pamedan. Namun Feni kerab menjumpai alat kontrasepsi kondom hingga botol-botol minuman berakohol.

“Saya sudah lama bekerja jadi pembersih di Pamedan ini. Tak hanya sampah biasa yang saya pungut. Tapi lapangan ini kerab dijumpai kondom,” ujar Feni, warga yang tinggal di Engku Putri Tanjungpinang ketika dijumpai  di Lapangan Pamedan.

Feni mencertikan, lapangan Pamedan memang sering digunakan anak-anak muda di Tanjungpinang untuk berpacaran. Apalagi kawasan tersebut tidak bisa terlihat dari jalan raya. Sehingga banyak remaja memanfaatkan Pamedan untuk bercinta. Bahkan, tak hanya tempat muda-mudi membawa pasangannya ini, namun Wanita Pria (Waria) menjadikan Pamedan untuk menarik tamu.

Para waria ini jika mendapat tamu kerab membawa tamunya didalam Pamedan. “disinikan tak hanya untuk anak muda pacaran. Kawasan Pamedan ini. Tapi hampir tiap malam banyak Waria yang mangkal di Pamedan mencari tamunya,” ujar Feni.

Sejak beberapa minggu belakangna ini, Feni mengaku, jarang menemui alat kotrasepsi tersebut. Sebab kata Feni, kawasan ini sudah diberi penerang dan dilarang pemerintah. “Sudah tidak ada lagilah menjumpai kondom ini, memang dahulu banyak kita jumap. Tapi sekarag sejak ada penerang sudah tidak ada lagi,” ujar Feni.

Lapangan Pamedan yang dikenal sebagai kawasan tempat berpacaran remaja Tanjungpinang hingga berbuat mesum. Kini kawasan tersebut sudah mulai bersolek. Kawasan ini sudah dilarang Pemko Tanjungpinang untuk berbuat mesum. Pihak keamanan Sat Pol PP dan Kepolisian Tanjungpinang juga sering melakukan razia di Lapangan Pamedan.

Bahkan, dahulunya di sudut-sudut Pamedan tidak memiliki penerang, kini ditempat gelap tersebut sudah dipasang sebuah lampu penerang. Guna menghindari hal-hal yang tidak diiginkan. Bahkan didalam Pamedan ini sudah ditempati warga.

Sebab, kawasan Pamedan selain tempat nongrong anak-anak muda, main sepakbola, basket. Kawasan ini pernah terjadi tindakan kriminal berupa pemerkosaan dan pembunuhan.

Wardi (40), warga yang tinggal didalam lapangan Pamedan ini mengatakan, kawasan Pamedan apalagi ditempat yang kerab digunakan anak-anak muda untuk berpacaran sudah dipasang penerang. Wardi mengaku, kawasan ini walaupun sudah dilarang untuk berbuat yang tidak diiginkan, namun masih ada ia melihat anak-anak muda melakukan tindakan yang tidak senonoh.

Wardi pernah melihat ada anak muda yang di amuk masa. Sebab, ingin memperkosa perempuan di wilayah Pamedan ini. “Dahulu sudut-sudut Pamedan ini gelap, tidak ada lampu. Dan sering digunakan hal-hal yang tidak amoral. Bahkan sering terjadi pemerkosaan di sekitar Pamedan ini,” kata Wardi.

Selain tinggal di kawasan Pamedan ini, Wardi membuka kedai kecil di sudut Pamedan. Ia menjual rokok, air mineral dan lain-lain. “Sekarang ini kawasan tersebut kerab di razia Sat Pol PP dan Polisi. Sebelumnya kawasan ini banyak dijumpai Kondom, sangat banyak jumlahnya,” tambah Feri.

Berkurangnya kawasan ini dari esek-esekan, tidak sepenuhnya hilang. Masih ada anak-anak muda yang pacaran di sekitar Pamedan melakukan hal yang dilarang tersebut.

“Bahkan di Pamedan ini pernah terjadi pembunuhan. Alhamdulilah, saat ini kawasan tersebut sudah di amankan bahkan sudah dikasi penerang,” ujar Wardi.

Wardi menambahkan, sejak dipasang lampu dan sering dirazia. Kawasan yang biasanya sejak pukul 01.00 Wib keatas masih ramai yang pacaran di Pamedan. Saat ini pukul 01.00 keatas kawasan tersebut sudah tidak ada yang duduk-duduk pacaran.

“Kalau jam 01.00 Wib malam ketas, untuk sekarang sudah sepi. Kalau dahulunya masih ramai. Sekarng ini banyak yang tidak berani pacaran di sini lagi,” tambah Wardi ( mat )

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
This post was written by BeritaTanjungpinang
About

Berita Tanjungpinang merupakan kumpulan informasi masyarakat Tanjungpinang & Kepri secara online, tepat untuk promosi dengan beriklan secara online.

Categorised in: