banner iklan Pemerintah Kabupaten Bintan

Pengakuan Jujur Pekerja Panti Pijat Tanjungpinang

Tanjungpinang- Panti pijat yang memperkerjakan terapis wanita seringkali berkonotasi negatif. Apalagi kalau sang terapis memakai seragam minim. Anda pasti berpikir, tentunya bakal ada layanan plus dari si cantik ini.

Prostitusi terselebung berkedok panti pijat kebugaran atau spa memang semakin menjamur di kota-kota besar. Hal ini tak lepas dari kebutuhan hidup yang semakin tinggi.

Simak kisah wanita terapis yang juga menservis ‘lebih’ tamunya ini,  hasil liputan  beritatanjungpinang .com beberapa waktu lalu.

Di bilik sempit berukuran 2X2 meter itu Melly bekerja sebagai terapis. Tugasnya memijat tamu dari ujung kaki sampai ujung kepala. Termasuk memberikan servis pijat plus dengan tambahan tips.

Melly mengaku sudah bekerja setahun di sebuah panti pijat di Tanjungpinang. Bayarannya per bulan tidak tentu, tergantung jumlah tamu yang dipijatnya.

Harga setiap paket pijat dan spa di panti itu berkisar antara Rp 120.000 sampai Rp 180.000. Tapi dari jumlah itu, Melly  mengaku hanya mendapat Rp 15.000 sampai Rp 20.000.

“Kalau mengandalkan honor dari uang pijat kecil, Mas. Sebulan paling cuma dapat Rp 600 ribuan,” kata Melly saat berbincang dengan beritatanjungpinang.com, Sabtu lalu.

Karena itu Melly memilih mengejar tips dari konsumen. Untuk itu, gadis 22 tahun ini tak segan-segan merayu konsumennya agar mau dipijat plus. Dari satu konsumen, melly  bisa mendapat Rp 150.000 hingga Rp 300.000.

Jika satu hari bisa memijat dua hingga tiga pelanggan, Melly bisa mengantongi lebih dari Rp 10 juta dalam sebulan.

“Kalau tidak begini, bagaimana bisa hidup diTanjungpinang. Kos saja sudah hampir Rp 1 juta. Belum kebutuhan lain atau mengirim keluarga saya di Cirebon,” kata gadis bertubuh mungil ini.

Pertama kali bekerja sebagai terapis, Melly mengaku ditawari teman. Sebelumnya dia bekerja di sebuah salon di Tanjungpinang  dengan upah Rp 500.000 per bulan. Sebelum bekerja, terlebih dulu Melly ditraining memijat. Awalnya dia mengaku risi memijat lelaki, apalagi yang nirbusana. Tapi setelah seminggu, Melly  sudah biasa menjalani profesi barunya.

“Kata dia ikut saya Tanjungpinang di sana bisa dapat Rp 10 juta asal mau kerja,” ujarnya. Melly pun mengaku tak masalah dibooking untuk melakukan hubungan intim. Asal harganya cocok, perempuan muda ini mau saja diajak. Syaratnya dilakukan di luar jam kerja. Di panti pijat, terapis tak diperkenankan melakukan hubungan badan.(adre )

Share this post:

Recent Posts

Leave a Comment

*

code